• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Terancam, 2 Kelompok Kapal Induk AS Siaga Tempur di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
3 Kapal Induk AS Sudah di ‘Pintu Gerbang’ Laut China Selatan

Tiga Kapal Induk Amerika Serikat. Dok USNavy

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Dua kelompok kapal induk Amerika Serikat (AS) memasuki Laut China Selatan untuk melakukan latihan tempur.

Departemen Pertahanan AS mengatakan pada Senin (24/1), pengerahan dua kapal induk tersebut untuk meyakinkan sekutunya Taiwan yang terancam sekaligus menunjukkan tekad untuk “menangkal pengaruh jahat”.

Laut China Selatan, jalur air yang disengketakan, adalah salah satu dari banyak wilayah ketegangan antara AS dan China, yang mengklaim sebagian besar perairan tersebut dan telah membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan di sana.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kapal perang Angkatan Laut AS secara rutin berlayar di dekat pulau-pulau buatan itu untuk menantang klaim kedaulatan China, yang membuat marah Beijing.

Pentagon mengatakan, dua Grup Serang Kapal Induk Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh masing-masing kapal induk USS Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln, memulai operasi di Laut China Selatan pada Minggu (23/1).

Kelompok kapal induk akan melakukan latihan termasuk operasi perang anti-kapal selam, operasi perang udara, dan operasi larangan maritim untuk memperkuat kesiapan tempur.

Pentagon mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Latihan militer akan berlangsung sesuai dengan hukum internasional di perairan internasional, tanpa memberikan perincian.

“Operasi seperti ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kemampuan tempur yang kredibel, meyakinkan sekutu dan mitra kami, dan menunjukkan tekad kami sebagai Angkatan Laut untuk memastikan stabilitas regional dan melawan pengaruh jahat,” kata Laksamana Muda J.T. Anderson, Komandan Grup Serang USS Abraham Lincoln, seperti dilansir Reuters.

Menurut Angkatan Laut AS, kedua kelompok kapal induk tersebut telah berlatih dengan Angkatan Laut Jepang pada Minggu (23/1) di Laut Filipina, sebuah wilayah yang mencakup perairan di sebelah Timur Taiwan.

Keberadaan dua kelompok kapal induk AS itu bertepatan dengan Taiwan yang melaporkan serangan terbaru oleh Angkatan Udara China ke zona identifikasi pertahanan udara di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di bagian Utara Laut China Selatan. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.