• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

FBI: China Saat ini Jadi Ancaman Terbesar AS

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China: AS harus Ubah Pola Pikirnya yang Sesat

China dan Amerika Serikat (AS). Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Direktur FBI Christopher Wray pada Senin (31/1) malam mengakui, saat ini ancaman dari China lebih berani dan merusak, terutama dalam mencuri informasi dan melakukan serangan dunia maya.

Kepala FBI menegaskan, AS akan terus menganggap China sebagai ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi negara, bahkan ketika masalah Rusia dan Ukraina terus berkembang saat ini.

Dilansir dari Associated Press, Wray mengatakan, saat ini FBI bisa membuka kasus baru untuk melawan operasi intelijen China setiap 12 jam. Pemerintah China disebut semakin rajin mencuri data pribadi dan perusahaan.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Saat menghitung penyelidikan kami, ada lebih dari 2.000 di antaranya berfokus pada pemerintah China yang mencoba mencuri informasi atau teknologi kami. Tidak ada negara lain yang memberikan ancaman lebih luas terhadap ide, inovasi, dan keamanan ekonomi kita selain China,” kata Wray.

Berbicara di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan, Wray menyebut perusahaan China saat ini semakin maju dengan teknologi yang didapat secara ilegal.

Di saat yang bersamaan, perusahaan dan pekerja AS terus dibuat semakin tertinggal.

“Kerugian itu, seperti kegagalan perusahaan dan kehilangan pekerjaan, telah dibangun China selama satu dekade. Ini adalah kerugian yang dirasakan di seluruh negeri, oleh pekerja di berbagai industri,” lanjut Wray.

Tajamnya tuduhan AS ini tentunya telah berulang kali dibantah oleh China. Pada Juli tahun lalu, Kedutaan China di Washington mengatakan, AS telah melemparkan pernyataan yang tidak berdasar dan fitnah kejam tentang serangan siber.

Lebih berani dan lebih merusak

Wray, yang memimpin FBI sejak 2017, menyatakan, ancaman dari China saat ini sudah sampai ke tahap yang baru dan lebih berani.

“Saya telah berbicara banyak tentang ancaman ini sejak menjadi direktur pada 2017. Ancaman ini telah mencapai tingkat yang baru, lebih berani, lebih merusak, dari sebelumnya. Sangat penting bagi kita untuk fokus pada ancaman,” Wray menambahkan.

Kecurigaan AS pada China tampaknya dimulai pada tahun 2014. Saat itu, Departemen Kehakiman mendakwa lima perwira militer China atas tuduhan meretas perusahaan-perusahaan besar AS.

Satu tahun kemudian, AS dan China mengumumkan kesepakatan di Gedung Putih untuk tidak saling mencuri kekayaan intelektual atau rahasia dagang untuk keuntungan komersial.

Tahun-tahun berikutnya, AS semakin gencar melontarkan tuduhan spionase terhadap China, terutama yang berkaitan dengan peretasan dan pencurian teknologi. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaFBI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.