• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Jajaki Pasar Motor Listrik dan Aluminium di Sri Lanka

by Redaksi Asiatoday
February 6, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KADI Intensifkan Penyelidikan Produk Impor BJLAS Asal China dan Vietnam

Produk baja lapis aluminium seng (BJLS). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa pada Rabu (2/2/2022), Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Gamini Lakshman Peiris.

“Salah satu potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Sri Lanka saat ini antara lain adalah pemasaran motor listrik Indonesia, mengingat Sri Lanka sedang gencar menggaungkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi serta ekonomi ramah lingkungan yang berkelanjutan,” ungkap Dubes Dewi Tobing dalam siaran pers Kemlu, Jumat (4/2/2022).

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Potensi lainnya yakni di bidang alumunium. Pada tahun 2021, impor Sri Lanka untuk aluminium mencapai sekitar USD427 juta.

“Produk alumunium Indonesia saat ini sudah mulai dilirik oleh pasar Sri Lanka dan memiliki potensi yang cukup kuat untuk menjadi salah satu sumber peningkatan ekspor Indonesia ke Sri Lanka,” jelas Dubes Dewi.

Sri Lanka juga ingin menjadi bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga selain sebagai pasar, kedepannya kerja sama akan dikembangkan dalam bentuk kemitraan maupun joint venture.

Dari kerja sama tersebut, dapat didorong peningkatan ekspor Indonesia dalam bentuk intermediate goods atau semi-finished products untuk kebutuhan produksi industri Sri Lanka.

Dalam hal ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Sri Lanka sebagai hub maupun sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia Selatan dan Tengah.

Lebih lanjut, Dubes Dewi Tobing menyampaikan kesiapan Indonesia untuk peningkatan kerja sama di bidang komoditi perkebunan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan minyak nabati.

Indonesia siap berdiskusi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi pengembangan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.

Data perdagangan RI-Sri Lanka hingga November 2021 tercatat sebesar USD411 juta. Nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD364 juta dan nilai ekspor Sri Lanka mencapai USD47,7 juta.

Angka tersebut belum mencerminkan potensi sebenarnya dari potensi yang dapat dikembangkan kedua negara.

“Untuk itu, menjadi penting untuk menindaklanjuti rencana perundingan Preferential Tariff Agreement antara kedua negara,” jelas Dubes Dewi.

Hal lain yang juga mengemuka pada pembicaraan adalah komitmen memperkuat kerja sama bilateral terutama dengan memanfaatkan momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka.

Untuk itu, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa memberikan dukungan secara penuh untuk perkuatan kerja sama bilateral kedua negara.

“Selain membahas hubungan bilateral, juga ditekankan pentingnya penguatan kerja sama regional untuk memperkuat peran kedua negara di kawasan,” pungkas Dubes Dewi. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia - Sri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.