• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Industri Perbankan Siap Menyokong Aksi Iklim di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
February 18, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia dan China Terdepan di Asia Terapkan Sistem Keuangan Berkelanjutan

Global Sustainability/Green Bonds. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia memainkan peran krusial dalam menyokong aksi iklim melalui mobilisasi sumber pembiayaan.

Apalagi Indonesia memiliki target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Pada saat yang sama ruang untuk menerbitkan sustainable financing instrument di Indonesia juga masih lebar.

“Salah satu inisiatif penting adalah memobilisasi modal dengan menerbitkan sustainable financing instrument seperti green bond dan sustainability bond,” kata Ketua Perhimpunan Bank Indonesia (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo dalam Casual Talks: Scaling Up The Utilization of Sustainable Financial Instruments, Jumat (18/2/2022).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Saat ini, total sustainable financing dan aset milik bank-bank di Indonesia mencapai USD55,9 miliar. Di lain pihak, global sustainability bond yang diterbitkan oleh local issuers mencapai USD2,22 miliar, sementara domestic green bond issuance telah mencapai USD35,12 juta.

“Kami ingin melihat lebih banyak Environmental Social Governance (ESG) issuance dan instrumen di masa yang akan datang untuk menyelaraskan dan meningkatkan ESG and Sustainability Financing Asset di pasar Indonesia,” imbuhnya.

Menurut dia, untuk mencapai target itu, lembaga keuangan perlu bekerjasama bersama pemerintah dan regulator. Pemerintah diminta menjembatani guideline dan insentif yang diperlukan untuk mendorong minat dan permintaan ESG Financing.

Sedangkan untuk regulator seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga perlu membuat framework dan platform yang memadai untuk pasar keuangan agar bisa meningkatkan partisipasinya dalam ESG and Sustainability Financing Trading.

“Industri dan lembaga keuangan termasuk bank perlu membangun dan mendorong kemampuan dan kapasitasnya dalam membuat dan menawarkan instrumen-instrumen ESG dan layanan untuk para potential demand,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate ActionGreen BondsGreen FinancingPerbankan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.