• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Gabung Jerman Jatuhkan Sanksi pada Pipa Gas Alam Nord Stream 2 Rusia

by Redaksi Asiatoday
February 24, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Joe Biden Bertekad Tempuh Segala Cara Redam Kebangkitan China

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan bergabung dengan Jerman dalam menjatuhkan sanksi pada proyek pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia.

Sanksi itu sebagai pembalasan atas invasi militer Moskow yang meningkat terhadap Ukraina.

Penargetan Nord Stream 2 -salah satu inisiatif geostrategis profil tertinggi Rusia yang kaya energi- menambah sanksi dari Barat yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan sekutu Eropa minggu ini terhadap dua bank Rusia, beberapa oligarki, dan tindakan lainnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dibangun untuk menyalurkan gas alam Rusia ke Jerman di bawah laut Baltik -melewati rute darat saat ini yang melintasi Ukraina- Nord Stream 2 telah lama menjadi kontroversi. Itu sepenuhnya dibangun, tetapi belum digunakan.

“Saya telah mengarahkan pemerintahan saya untuk menjatuhkan sanksi pada Nord Stream 2 AG dan pejabat perusahaannya,” kata Biden, dalam sebuah pernyataan, setelah Jerman mengumumkan penghentian proyek tersebut, dilansir dari The Business Times, Kamis (24/2/2022).

Meskipun pipa tersebut dipandang sebagai cara yang efisien untuk memasok energi ke Uni Eropa, yang sangat bergantung pada Moskow, para kritikus mengatakan hal itu juga akan memperketat cengkeraman strategis Rusia di negara-negara Eropa, sementara dengan sengaja melemahkan Ukraina.

Memblokir upaya Kongres AS

Gedung Putih sebelumnya telah memblokir upaya Kongres AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap pipa tersebut, dengan mengatakan bahwa konstruksi sudah lebih dari 90 persen selesai pada saat Biden menjabat dan bahwa sekutu Jerman ingin proyek itu diselesaikan.

Namun, ketika Rusia mengejutkan dunia dengan mengerahkan pasukan di perbatasan Ukraina dan para pemimpin Barat sekarang mengatakan invasi sudah berlangsung, baik Berlin maupun Washington tiba-tiba bergeser posisi.

Dalam pernyataannya, Biden memuji Jerman sebagai pemimpin dalam masalah ini. “Seperti yang telah saya jelaskan, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut jika Rusia terus meningkat (menyerang Ukraina),” kata Biden.

“Melalui tindakannya, Presiden Putin telah memberi dunia insentif yang luar biasa untuk menjauh dari gas Rusia dan ke bentuk energi lain,” tandas Biden. (ATN)

Tags: Amerika SerikatJermanRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.