• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Salahkan AS atas Invasi Rusia ke Ukraina

by Redaksi Asiatoday
February 25, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Salahkan AS atas Invasi Rusia ke Ukraina

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – China menyalahkan dan menuduh Amerika Serikat (AS) telah menciptakan ketegangan yang menyebabkan serangan Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Beijing juga menyerukan masyarakat internasional untuk menghindari “kepanikan” atas situasi tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan pertanyaan kuncinya adalah peran yang dimainkan oleh Amerika, yang dia sebut sebagai “penyebab utama ketegangan saat ini.”

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Jika seseorang terus menuangkan ‘minyak ke api’ sambil menuduh orang lain tidak melakukan yang terbaik untuk memadamkan api, perilaku seperti itu jelas tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral. China menolak tindakan apa pun yang memicu perang,” kata dia saat konferensi pers dikutip dari RT, Jumat (24/2/2022).

Chunying menuduh AS munafik, menanyakan apakah Washington telah menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Irak dan Afghanistan.

Di sana, Chunying mengatakan AS telah “dengan sengaja membunuh orang-orang yang tidak bersalah.”

Dia meminta AS untuk menanggapi pertanyaan ini dengan serius dan tanpa meninggalkan standar ganda.

Menggambarkan peristiwa yang sedang berlangsung sebagai situasi kompleks, Chunying menegaskan bahwa Beijing tidak memberikan dukungan militer ke Rusia. Dia mengatakan China tidak “melompat ke kesimpulan apa pun” atas situasi tersebut.

Chunying meminta semua pihak untuk bekerja untuk perdamaian alih-alih meningkatkan ketegangan atau “memicu kepanikan.

Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan militer ke Ukraina pada hari Kamis, yang katanya ditujukan untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” negara itu.

Dia menuduh Barat membanjiri Ukraina dengan persenjataan canggih dan meningkatkan kehadiran NATO di negara itu.

Putin beralasan bahwa “operasi khusus” Rusia diperlukan untuk melindungi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, yang telah diakui Moskwa sebagai negara berdaulat.

Tindakan militer Rusia telah memicu kecaman internasional dan ancaman sanksi baru berskala besar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pada hari Kamis bahwa Kiev telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskwa. (ATN)

Tags: Krisis UkrainaRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.