• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin Siap Akhiri Perang Jika Ukraina tidak Gabung NATO

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Siap Akhiri Perang Jika Ukraina tidak Gabung NATO 1

Presiden Rusia Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan sejumlah opsi untuk menghentikan ‘Operasi Militer Khusus’ di Ukraina menjelang bergulirnya perundingan putaran ketiga antara Rusia dan Ukraina pada hari ini, Senin (7/3/2022).

Putin menegaskan, Rusia menuntut demiliterisasi Ukraina, di tengah rencana negara itu bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Bahkan, peluncuran operasi militer khusus di Ukraina dinilai merupakan keputusan yang sulit tetapi perlu dilakukan.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Karena ada ancaman yang benar-benar nyata terhadap Rusia,” kata Putin dikutip dari Xinhua, Senin (7/3/2022).

Tidak hanya itu, pemimpin Rusia tersebut menilai bergabungnya Ukraina dengan NATO dapat mengakibatkan bentrokran langsung antara Rusia—NATO, sebab seluruh blok militer itu wajib mendukung Kiev secara militeristik dan Ukraina mungkin masuk ke Krimea.

Putin mengatakan pasukannya telah menyelesaikan misi penghancuran infrastruktur militer utama Ukraina, di mana fasilitas militer Ukraina yang dihancurkan itu termasuk gudang senjata, gudang amunisi, serta sistem penerbangan dan pertahanan udara.

“Pasukan Rusia akan memenuhi seluruh tugas yang telah diberikan dan operasi di Ukraina berjalan sesuai rencana dan jadwal,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Putin mengklarifikasi posisi yang dimiliki delegasi Rusia dalam pembicaraan yang diselenggarakan di Belarusia dengan Ukraina.

“Krimea adalah bagian dari Rusia. Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk harus diakui dalam perbatasan wilayah Donetsk dan Lugansk. Ada kebutuhan untuk demiliterisasi dan harus ada pengaturan untuk itu, yang belum disepakati. Tidak ada senjata yang dapat mengancam keamanan Rusia harus tetap ada di sana,” kata Lavrov.

Sekadar informasi, delegasi dari Ukraina dan Rusia telah melakukan dua putaran perundingan sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh pada 24 Februari. Pada Kamis (3/3/2022), kedua pihak sepakat untuk membuka koridor kemanusiaan untuk memungkinkan warga sipil keluar dari beberapa zona pertempuran. (ATN)

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.