• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Australia Tutup Ekspor Bijih Aluminium dan Bauksit ke Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 20, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Akhiri Krisis Myanmar, Australia Desak Percepatan Implementasi Konsensus ASEAN

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Dok

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Pemerintah Australia telah menutup ekspor alumina, bijih aluminium, dan bauksit ke Rusia.

Langkah itu dipandang akan memberikan dampak pada proses produksi senjata di Rusia.

“Pemerintah telah menutup ekspor alumina dan bijih aluminium serta bauksit Australia ke Rusia, yang akan membatasi kapasitasnya untuk memproduksi aluminium, ekspor penting bagi Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Ahad (20/3), dikutip dari kantor berita Rusia, TASS.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Payne, larangan ekspor tersebut akan berdampak pada industri persenjataan Rusia serta sektor otomotif, kedirgantaraan, pengemasan, mesin, dan konstruksi.

“Rusia bergantung pada Australia untuk hampir 20 persen dari kebutuhan aluminanya,” ujar Payne.

Payne menjelaskan, Pemerintah Australia akan bekerja sama dengan eksportir dan badan puncak yang terdampak oleh kebijakan larangan ekspor tersebut guna menemukan pasar baru.

Bersamaan dengan penerapan larangan ekspor, Australia berkomitmen membantu ketahanan energi Ukraina.

“Australia akan mendukung ketahanan energi Ukraina dengan menyumbangkan setidaknya 70 ribu ton batubara termal. Ini mengikuti permintaan bantuan dari Pemerintah Ukraina, didukung oleh Pemerintah Polandia, dan diskusi dengan mitra Eropa lainnya,” kata Payne.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pembangkit listrik tenaga batubara Ukraina tetap beroperasi dan mempertahankan pasokan kepada rakyat di sana. Batubara akan disuplai perusahaan pertambangan batubara terbesar di Australia, yakni Whitehaven Coal.

“Whitehaven Coal dengan cepat mengatur pengiriman, dan Pemerintah sekarang bekerja sama dengan Whitehaven dan Pemerintah Ukraina dan Polandia untuk mengirimkan pasokan secepat mungkin,” imbuh Payne. (ATN)

Tags: AustraliaRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.