• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS: Etnis Rohingya Jadi Korban Genosida Militer Myanmar

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kawasan Indo Pasifik Menentukan Masa Depan Dunia di Abad ke-21

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken. Dok Kedubes AS

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) secara resmi menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya oleh militer Myanmar sama dengan genosida setelah ditemukan bukti nyata upaya untuk “menghabisi” minoritas Muslim di negeri itu.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dia telah “menetapkan bahwa anggota militer Burma melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Rohingya.

“Niat militer melampaui pembersihan etnis hingga penghancuran muslim Rohingya yang sebenarnya,” kata Blinken di Museum Peringatan Holocaust AS seperti dikutip CNA, Selasa (22/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Serangan terhadap etnis Rohingya meluas dan sistematis dan hal itu sangat menentukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam pidatonya, diplomat top Amerika Serikat itu membacakan kisah tragis dan mengerikan dari para korban yang ditembak di kepala, diperkosa dan disiksa.

Sekitar 850.000 etnis Rohingya mendekam di kamp-kamp di negara tetangga Bangladesh. Mereka mengalami pembunuhan massal dan pemerkosaan, sementara 600.000 anggota komunitas lainnya tetap berada di negara bagian Rakhine Myanmar dan melaporkan penindasan yang meluas.

“Pengumuman ini seharusnya dilakukan jauh sebelumnya, namun saya yakin keputusan AS akan membantu proses ICJ (Pengadilan Internasional) untuk Rohingya,” kata seorang Rohingya di sebuah kamp bagi mereka yang terlantar akibat krisis di dekat Sittwe, Ibu Kota Rakhine.

Thin Thin Hlaing, seorang aktivis hak-hak Rohingya, juga menyambut baik langkah AS.

“Saya merasa seperti kami hidup melalui pemadaman listrik tetapi sekarang kami melihat cahaya, karena mereka mengenali penderitaan kami,” katanya.

Blinken mencatat pernyataan Jenderal Min Aung Hlaing, panglima militer Myanmar pada tahun 2017 bahwa pemerintah sedang “menyelesaikan” sebuah “pekerjaan yang belum selesai” dalam penghancuran komunitas Rohingya.

Blinken menambahkan, bahwa Min Aung Hlaing memimpin kudeta tahun 2021 yang menggulingkan pemerintah terpilih Myanmar. (ATN)

Tags: GenosidaKrisis MyanmarRohingya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.