• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Luncurkan Deklarasi Bali untuk Memerangi Perdagangan Ilegal Merkuri

by Redaksi Asiatoday
March 23, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Luncurkan Deklarasi Bali untuk Memerangi Perdagangan Ilegal Merkuri

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar menyerahkan teks Deklarasi Bali kepada Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata, Monika Stankiewicz pada tanggal 21 Maret 2022, di Nusa Dua, Bali. Dok Kemlu

ASIATODAY.ID, NUSA DUA – Kepemimpinan Indonesia pada Konvensi Minamata telah membawa hasil konkret bagi dunia.

Pada tanggal 21 Maret 2022, di Nusa Dua, Bali, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar, dengan dukungan negara-negara Pihak pada Konvensi Minamata, secara resmi meluncurkan Deklarasi Bali untuk Memerangi Perdagangan Ilegal Merkuri.

Peluncuran dilakukan di hari pertama Pertemuan Para Pihak ke-4 fase dua Konvensi Minamata (Conference of the Parties – COP4.2), dengan penyerahan teks Deklarasi Bali oleh Menteri LHK kepada Sekretariat Minamata.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Nantinya, Deklarasi Bali akan menjadi lampiran dalam dokumen hasil COP-4 Konvensi Minamata.

Konvensi Minamata merupakan konvensi internasional yang memiliki mandat untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari dampak buruk merkuri.

Walaupun Konvensi ini telah melarang penggunaan merkuri pada kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil dan Menengah (PESK), namun belum secara khusus mengatur perdagangan ilegal merkuri.

Guna melengkapi kekosongan tersebut dan menyikapi meningkatnya perdagangan ilegal merkuri yang signifikan, Indonesia terdorong untuk mengajukan Deklarasi Bali guna menjawab tantangan global ini.

Menteri LHK menekankan bahwa industri perdagangan ilegal merkuri merupakan tantangan besar dalam upaya membebaskan dunia dari merkuri.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata, Monika Stankiewicz, menyampaikan bahwa ancaman merkuri terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sangat mendesak sehingga aksi nyata tidak dapat lagi dibiarkan menunggu.

Turut berbicara dalam sesi peluncuran adalah Ketua Delegasi Indonesia, Dubes Muhsin Syihab, yang menjelaskan bahwa Deklarasi Bali lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kerja sama global memerangi perdagangan ilegal merkuri yang tiap tahunnya terus meningkat.

“Deklarasi Bali merupakan titik awal yang akan membuka jalan untuk kerja sama yang lebih kuat dan mendorong semangat global dalam memerangi perdagangan ilegal merkuri,” ujar Dubes Muhsin di hadapan para delegasi COP 4.2, dikutip dari siaran pers Kemlu.

Selain itu, hadir pada peluncuran Deklarasi Bali adalah Chief Executive Officer Global Environment Facility (GEF), Carlos Manuel Rodriguez yang menyampaikan pentingnya upaya bersama dalam mengatasi perdagangan ilegal merkuri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa GEF siap untuk bekerja sama dalam menindaklanjuti Deklarasi Bali.

Deklarasi Bali menggarisbawahi dampak negatif yang besar dari perdagangan ilegal merkuri.

Pentingnya kerja sama internasional, termasuk bantuan bagi negara berkembang, merupakan salah satu yang juga digarisbawahi oleh Deklarasi Bali.

Proses penyusunan Deklarasi Bali sediri telah melalui pembahasan yang panjang, inklusif dan transparan sejak awal tahun 2021.

Deklarasi Bali bersifat non-legally binding, dengan fokus mendorong kerja sama dan koordinasi internasional untuk memerangi perdagangan ilegal merkuri.

Secara khusus, Deklarasi Bali mendorong adanya dukungan bagi pendidikan, capacity building, bantuan teknis, dan transfer teknologi bagi negara berkembang untuk memerangi perdagangan ilegal merkuri.

COP4.2 merupakan paruh kedua Pertemuan Antar Pihak ke-4 Konvensi Minamata yang diselenggarakan secara tatap muka di BNDCC, Nusa Dua, Bali, 21-25 Maret 2022.

Tercatat 461 delegasi dari 109 negara menghadiri pertemuan ini. Selain wakil pemerintah, terdapat pula sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSOs) dari seluruh dunia. (ATN)

Tags: Konferensi MinamataMerkuriMinamata Convention on Mercury
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.