• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Strategi Putin Berhasil, 4 Pembeli Gas Rusia dari Eropa Sepakati Pakai Rubel

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Janjikan Kemenangan ‘Mulia’ dalam Perang Rusia di Ukraina

Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ist

ASIATODAY.ID, MOSKWA – Empat pembeli Eropa telah melakukan pembayaran suplai gas Rusia menggunakan rubel, memenuhi permintaan Presiden Vladimir Putin.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (27/4/2022), informasi tersebut berasal dari sumber anonim yang memiliki kedekatan dengan Gazprom PJSC.

Kendati pembeli lainnya menolak mengikuti persyaratan dari Kremlin, kelanjutan pemangkasan kemungkinan tidak akan terjadi setelah Polandia dan Bulgaria hingga pertengahan kedua pada Mei, saat pembayaran berikutnya jatuh tempo.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sebanyak 10 perusahaan Eropa telah membuka rekening di Gazprombank untuk memenuhi permintaan pembayaran Rusia, kata sumber tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gazprom telah menutup aliran gas ke Polandia dan Bulgaria karena mereka menolak melakukan pembayaran menggunakan rubel.

Rusia mengatakan keputusan itu tidak melanggar kebijakan sanksi yang dikenakan Uni Eropa (UE).

Hingga saat ini, Rusia memberikan pasokan gas kepada 23 negara di Eropa.

Moskow menuntut Uni Eropa menggunakan rubel dalam pembayaran gas setelah blok ini memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas operasi militernya ke Ukraina.

Namun, UE mengatakan bahwa mekanisme yang diusulkan Kremlin akan melanggar sanksi.

Perlu diketahui, Presiden Putin menyatakan pada akhir Maret bahwa pembeli gas dari Rusia harus membuka dua rekening bank. Satu rekening untuk mata uang asing dan yang lainnya di Gazprombank untuk mata uang rubel.

Bank Rusia akan mengonversi pembayaran menggunakan mata uang asing menjadi rubel sebelum mentransfernya ke Gazprom PJSC, perusahaan gas plat merah Rusia. (ATN)

Tags: Gazprom NeftRusiaVladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.