• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dubai Jadi Destinasi Investasi Bagi Orang Kaya Rusia

by Redaksi Asiatoday
May 8, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Varian Delta, UEA Tutup Pintu Masuk Bagi Wisatawan Indonesia

Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dok Emirates

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi destinasi pilihan bagi orang kaya Rusia untuk berinvestasi.

Pasalnya, tingkat pembelian properti di Dubai oleh orang kaya Rusia naik drastis hingga 67 persen dalam tiga bulan pertama pada 2022.

Melonjaknya pembelian properti tersebut disebabkan oleh banyaknya orang kaya Rusia yang melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghindari dampak dari sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya kepada Rusia.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Permintaan apartemen mewah dan vila di Dubai terus meningkat seiring dengan bertambahnya warga negara Rusia yang memasuki Dubai.

Agen real estat yang berbasis di Dubai, Betterhomes, menemukan pembelian properti oleh orang Rusia melonjak dua pertiga dalam tiga bulan pertama pada 2022. Agen real estate tersebut menyebutkan harga properti semakin tinggi, karena tingginya permintaan properti dari orang-orang Rusia.

Sementara itu, agen real estat lainnya, Modern Living, mengungkapkan bahwa mereka telah mempekerjakan banyak agen berbahasa Rusia untuk memenuhi permintaan dari orang Rusia.

Chief Executive Officer (CEO) Modern Living, Thiago Caldas mengatakan mereka menerima banyak telepon dari warga negara Rusia yang ingin segera pindah ke Dubai.

“Orang Rusia yang datang tidak membeli hanya untuk investasi, mereka melihat Dubai sebagai rumah kedua,” ujar Caldas dikutip dari BBC, Minggu (08/05/2022).

Sebagai catatan, Dubai sudah dianggap sebagai surga bagi orang kaya Rusia yang melarikan diri dari dampak sanksi barat atas perang di Ukraina.

Para pemimpin bisnis mengatakan kepada BBC, miliarder dan pengusaha Rusia telah tiba di UEA dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Diperkirakan ratusan ribu orang telah meninggalkan Rusia selama dua bulan terakhir – meskipun angka pastinya tidak tersedia.

Virtuzone, yang membantu perusahaan untuk mendirikan operasi di Dubai, telah melihat lonjakan besar klien Rusia.

“Banyak perusahaan multinasional dan perusahaan rintisan Rusia juga merelokasi karyawan mereka ke UEA,” terangnya.

Bank sentral Rusia dilarang memanfaatkan miliaran cadangan devisa yang disimpan di luar negeri di bank asing. Beberapa bank Rusia telah dihapus dari sistem pesan keuangan Swift.

Untuk melindungi cadangannya, pemerintah Rusia telah memberlakukan pembatasan modal dan melarang warga keluar negara dengan lebih dari US$10.000 dalam mata uang asing.

Para pembeli Rusia sulit untuk mentransfer uang tunai, sehingga mereka melakukan pembayaran dalam mata uang kripto.

Beberapa pembeli memiliki perantara yang akan menerima pembayaran dalam kripto dan kemudian memberikan uang tunai kepada penjual atas nama pembeli.

Negara-negara Teluk termasuk UEA dan Arab Saudi telah menolak seruan dari pemerintah barat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

UEA adalah satu dari hanya tiga negara, bersama dengan China dan India, yang abstain dalam pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pada Februari untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

UEA juga abstain dalam pemungutan suara Majelis Umum pada 7 April untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Peningkatan investasi Rusia terjadi hanya beberapa bulan setelah UEA ditempatkan pada “daftar abu-abu” oleh Financial Action Task Force (FATF), lembaga pengawas kejahatan keuangan global. (ATN)

Tags: DubaiUni Emirat Arab
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.