ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tesla Inc, perusahaan raksasa mobil listrik Amerika Serikat (AS) selangkah lagi akan segera berinvestasi di Indonesia.
Pasalnya, tim khusus utusan CEO Tesla, Elon Musk kini sedang berada di Indonesia dan langsung menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Selasa (11/5/2022).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tim rombongan Tesla merasa puas dengan sejumlah paparan yang disampaikan, dimana potensi nikel di Indonesia dapat menjadi peluang yang cukup besar untuk berinvestasi.
“Mereka sangat puas dengan data yang mereka dapat,” ujar Luhut dalam keterangannya dikutip, Rabu (11/5/2022).
Luhut menyatakan akan membawa tim Tesla ke kawasan industri nikel terbesar yakni di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah.
“Hari ini kami ke lapangan, tinjau nikel ke Morowali dan ke mana-mana,” tambahnya.
Adapun pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Luhut ke markas Tesla, Amerika Serikat, pada 26 April lalu.
Menurut Luhut, pertemuan tersebut membuat CEO Tesla, Elon Musk, tertarik pada potensi berinvestasi di industri nikel Indonesia.
Elon Musk menganggap industri nikel Indonesia sangat menjanjikan untuk memasok bahan baku baterai mobil listrik.
“Paling melegakan bagi saya adalah saat Elon menyampaikan alasan ketertarikannya kepada kerjasama kali ini, yaitu karena paparan saya tentang potensi besar industri nikel di Indonesia yang mengubah persepsinya,” pungkas Luhut saat berkunjung ke Amerika.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo berencana untuk bertemu dengan CEO Tesla, Elon Musk dalam kunjungannya ke Amerika Serikat.
Pertemuan ini menjadi upaya pemerintah dalam mengembangkan industri nikel Indonesia dengan menjadi penyedia baterai kendaraan listrik.
Jokowi mengunjungi Amerika Serikat dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-AS.
Indonesia sedang berusaha mengembangkan persediaan domestik nikel, terutama dalam hal mengekstrasi bahan kimia baterai, pembuatan baterai, dan perakitan kendaraan listrik.
Indonesia sudah menandatangani kesepakatan senilai miliaran dolar dengan perusahaan Korea Selatan dan China untuk memanfaatkan sumber daya nikel dan sudah lama ingin bekerjasama dengan Tesla.
Tambang di Brazil bernama Vale minggu lalu menandatangani kesepakatan jangka panjang dengan Tesla untuk memasok baterai dari cabangnya di Kanada. Vale juga beroperasi di Indonesia. (ATN)
