• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Bertekad Pulihkan Kepercayaan Dunia Terhadap APEC

by Redaksi Asiatoday
May 18, 2022
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Bertekad Pulihkan Kepercayaan Dunia Terhadap APEC 1

Pertemuan Kedua Committee on Trade and Investment/CTI APEC yang digelar pada 15—16 Mei 2022 di Bangkok, Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia bertekad melanjutkan langkah kolektif Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk mengembalikan kepercayaan  dunia pada sistem perundingan multilateral. Khususnya, menjelang pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) Twelfth Ministerial Conference (MC12) pada Juni 2022 mendatang.

Demikian diungkapkan Direktur Perundingan APEC dan Organisasi   Internasional Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Reza Pahlevi pada Pertemuan Kedua Committee on Trade and Investment/CTI APEC yang digelar pada 15—16 Mei 2022 di Bangkok, Thailand.

“Fokus partisipasi Kementerian Perdagangan untuk pertemuan ini mencakup  upaya percepatan dan pemerataan pemulihan pasca pandemi yang harus dilakukan dengan pendekatan berimbang dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan,”ujar Reza dikutip Rabu (18/5/2022).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurutnya, sistem perdagangan global dituntut memberikan solusi konkrit   untuk mengatasi permasalahan ekonomi dunia akibat disrupsi pandemi Covid-19 dan tantangan lainnya.

“Pemerataan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi dan langkah kolektif  multilateral merupakan prioritas Indonesia,” tandas Reza.

Reza juga mengungkapkan, anggota APEC juga mendiskusikan upaya implementasi visi APEC untuk mewujudkan kawasan yang terbuka, dinamis, berdaya tahan, aman, dan sejahtera. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pembahasan kembali realisasi Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik atau Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP) dengan perspektif pasca  pandemi Covid-19.

Indonesia mengapresiasi langkah strategis ini dan mendorong konsensus isu-isu pembahasan berdasarkan kajian mendalam, menekankan aspek fleksibilitas   dan memastikan kepentingan Ekonomi maju dan berkembang secara seimbang.

“Pembahasan FTAAP kedepan perlu dilakukan secara berimbang dan  memberikan manfaat, khususnya dengan tetap mengedepankan konsensus di  tengah perbedaan pandangandan kapasitas diantara Ekonomi,” kata Reza.

Reza mengungkapkan, sebagai tuan rumah G20 pada 2022, Indonesia  berkesempatan memaparkan hasil pertemuan pertama Komite Perdagangan Investasi dan Industri G20/TIIWG yang telah dilaksanakan pada 30—31 Maret 2022 di Solo, Jawa Tengah lalu.

“Diharapkan pembahasan forum G20 ini berjalan beriringan dengan agenda dan pencapaian Ekonomi di kawasan Asia-Pasifik untuk pemulihan pandemi dan penyelesaian tantangan perdagangan global,” imbuhnya.

Reza menambahkan, skema kerjasama ekonomi regional memegang peran penting dalam mendorong kesuksesan kesepakatan multilateral untuk sistem  perdagangan yang relevan dengan perkembangan situasi ekonomi global.

“Koherensi langkah APEC dan G20 untuk memberikan solusi yang berfokus  pada agenda pemulihan pasca pandemi yang inklusif dan berkelanjutan, mendorong pengembalian fungsi WTO dan penguatan sistem perdagangan  multilateral, serta langkah pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) akan berkontribusi pada upaya pembangunan ketahanan global untuk krisis atau pandemi yang terjadi di masa depan,” tegas Reza.

Sementara Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Basaria Tiara L. Gaol menyampaikan, sebagai upaya mendorong peran penting sektor jasa dalam  pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19,  anggota APEC berhasil menyusun definisi jasa terkait logistik.

Definisi tersebut telah disepakati oleh grup jasa (Group on Services) dan CTI untuk selanjutnya akan menjadi lampiran dalam Ministers Responsible for Trade Meeting Joint Statement 2022.

“Indonesia berperan aktif dalam pembahasan definisi jasa terkait logistik yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anggota APEC mengenai peran  penting sektor jasa, terutama untuk memfasilitasi pergerakan barang-barang esensial dalam rangka pemulihan ekonomi pasca  pandemi Covid-19,” jelas Basaria.

Sebagai referensi, APEC merupakan forum kerja sama 21 ekonomi di lingkar Samudra Pasifik. Kegiatan utamanya meliputi kerjasama perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi lainnya untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia Pasifik.

Ekonomi anggota APEC terdiri atas Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Kerja sama APEC bersifat nonpolitis, dan keputusan-keputusan yang dihasilkan seringkali tidak bersifat mengikat. Pada 2021, anggota ekonomi APEC mewakili 38 persen penduduk dunia atau 2,9 miliar jiwa; 47 persen perdagangan global atau senilai USD24 triliun, dan 61 persen total riil GDP dunia atau senilai USD53 triliun.

Secara nilai, ekspor perdagangan Indonesia dengan kawasan APEC menunjukkan peningkatan pada 2021. Pada periode tersebut, total nilai  ekspor Indonesia ke anggota APEC sebesar USD170,4 miliar, naik 44 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar USD 117,7 miliar. Pada periode ini, surplus nilai perdagangan Indonesia-APEC mencapai USD 17,5 miliar. (ATN)

Tags: APECAsia TradeKTT APECWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.