• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Pangan Global, AS Desak India Cabut Larangan Ekspor Gandum

by Redaksi Asiatoday
May 18, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Pangan Global, AS Desak India Cabut Larangan Ekspor Gandum 1

Lahan Gandum. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mendesak India untuk segera mencabut larangan ekspor gandumnya agar tidak memperburuk kelangkaan komoditas global.

“Kami mendorong negara-negara termasuk India untuk tidak membatasi ekspor karena kami pikir pembatasan ekspor akan memperburuk kekurangan pangan di dunia,” ujar diplomat tinggi Washington untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, Rabu (18/5/2022).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken akan menggelar pertemuan dengan PBB yang membahas ketahanan pangan. Pertemuan itu akan membahas pasokan gandum dunia yang terganggu akibat invasi Rusia ke Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Pembicaraan itu, juga akan mengidentifikasi negara-negara yang membutuhkan dukungan dari negara-negara yang dapat mengisi kesenjangan.

Adapun harga gandum mencapai rekor tertinggi di pasar Eropa setelah India selaku produsen gandum terbesar kedua di dunia, mengumumkan akan melarang ekspor tanpa izin khusus dari pemerintah.

Kebijakan tersebut ditempuh India karena menghadapi penurunan produksi yang disebabkan gelombang panas yang ekstrem. Di lain pihak, pemerintah India juga ingin memastikan ketahanan pangan bagi 1,4 miliar penduduknya. (ATN)

Tags: GandumKrisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.