• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Gagas Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif Global

by Redaksi Asiatoday
September 8, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Gagas Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif Global

ASIATODAY.ID, BALI – Pertemuan Friends of Economy (FCE) yang telah berlangsung pada tanggal 2-3 September 2019 di Bali menyepakati dua kesepakatan penting, yaitu dibentuknya Global Center of Excellence in International Cooperation and Creative Economy (G-CINC) dan pernyataan dukungan penuh negara-negara yang hadir pada pertemuan tersebut terhadap rancangan resolusi Indonesia terkait ekonomi kreatif.​

Friends of Creative Economy (FCE) sendiri merupakan sebuah platform diskusi para pemangku kepentingan internasional di bidang ekonomi kreatif.

Platform ini diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2018 yang lalu dan bertemu sebanyak satu tahun sekali. Pertemuan FCE kali ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky J. Pesik dan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir dan dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari 37 negara.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“FCE merupakan bukti komitmen kuat Kementerian Luar Negeri untuk memajukan isu-isu ekonomi. Lebih jauh dari itu, kesepakatan pembentukan G-CINC sejalan dengan semangat Bapak Presiden untuk membangun SDM Indonesia yang unggul”, ujar Agustaviano Sofjan, Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup dan juga selaku Pelaksana Tugas Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri, dikutip dari siaran pers, Minggu (8/9/2019).

Pembentukan G-CINC, sebagai salah satu bentuk kesepakatan hasil pertemuan FCE, merupakan sebuah Badan yang rencananya akan berfungsi sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif untuk skala nasional dan internasional.

G-CINC akan menawarkan berbagai macam program bagi seluruh penggiat ekonomi kreatif baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Adapun program yang ditawarkan, antara lain pelatihan, pengembangan produk, dan riset. G-CINC diharapkan dapat mengembangkan 16 sub-sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Selain pembentukan G-CINC, seluruh peserta FCE juga sepakat untuk mendukung inisiatif Indonesia di PBB terkait dengan Resolusi International Year of Creative Economy for Sustainable Development, 2021 yang saat ini sedang dinegosiasikan di Markas Besar PBB di New York.

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi yang mendapat perhatian lebih dari Pemerintahan Joko Widodo. Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh BEKRAF, sektor ekonomi kreatif telah menyerap 17 juta pekerja di Indonesia dan menyumbang sebesar Rp 1.102 triliun terhadap PDB Indonesia. Indonesia sendiri telah melahirkan empat Unicorn, yaitu Traveloka, Gojek, Tokopedia dan BukaLapak.

Dalam rangka memperluas pasar ekspor dengan memberikan nilai tambah terutama sektor non-migas, sektor ekonomi kreatif memberikan peluang yang baik bagi Indonesia. Enam belas sub-sektor ekonomi kreatif yang terdiri, antara lain, dari musik, fashion, pariwisata, olah raga, maupun publikasi berpotensi menjadi sumber pemasukan negara baru yang dapat diandalkan.

​Diplomasi ekonomi yang dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri diharapkan dapat memberikan dampak riil kepada masyarakat. Di tengah revolusi industri 4.0, Pemerintah Indonesia tengah berpacu untuk membangun infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mendukung daya saing pelaku usaha Indonesia.​ (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekonomi KreatifFriends of Creative EconomyIndustri Kreatif
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.