• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Dukung Filipina Protes China Soal Larangan Penangkapan Ikan

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Dukung Filipina Protes China Soal Larangan Penangkapan Ikan

Aktivitas nelayan Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mendukung Filipina yang memprotes China terkait larangan penangkapan ikan musiman sepihak di Laut China Selatan.

Departemen Luar Negeri AS menunjuk pada putusan 2016 pengadilan di Den Haag.

Keputusan itu menolak klaim Beijing serta Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang diratifikasi oleh China meskipun tidak oleh AS.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Moratorium penangkapan ikan sepihak China di Laut China Selatan tidak konsisten dengan putusan Pengadilan Arbitrase 2016 dan hukum internasional,” tulis juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price merujuk nama Republik Rakyat China, seperti dilaporkan CNA, Jumat (3/6/2022).

“Kami menyerukan China untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional,” ujarnya menambahkan.

Pada Selasa (31/5/2022) Filipina memanggil seorang diplomat China atas pengumuman larangan penangkapan ikan sepihak serta dugaan pelecehan terhadap kapal penelitian kelautan oleh kapal penjaga pantai China.

Setiap tahun China mendeklarasikan larangan penangkapan ikan di musim panas. Ini menunjuk pada kebutuhan untuk mengembangkan kehidupan laut yang berkelanjutan karena penangkapan ikan yang berlebihan di pusat populasi utama.

Tetapi tindakannya telah terjebak dalam sengketa kedaulatan. Beijing bersikeras memiliki yurisdiksi atas sebagian besar Laut China Selatan yang memicu sumber gesekan lama dengan Filipina, Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.