• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GENERAL

GMNI: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Bisa Turunkan Tensi Geopolitik

by Redaksi Asiatoday
July 1, 2022
in GENERAL
Reading Time: 1 min read
A A
0
GMNI: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Bisa Turunkan Tensi Geopolitik

Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menilai kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia bisa menurunkan tensi geopolitik global yang sedang memanas.

Karena semakin meningkatnya tensi geopolitik bisa berdampak buruk pada perekonomian global.

“Tentu misi besarnya adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi sesuai mandat konstitusi. Namun jangka pendeknya, bisa menurunkan tensi geopolitik, terbuka jalan diplomasi”, ungkap Arjuna, Jumat (1/7/2022).

RelatedPosts

Normal Cholesterol Isn’t Enough: Prodia’s Advanced Lipid Test Exposes Hidden Heart Risks

Transformator Arus: Memonitor Aliran Daya dengan Presisi

Digital Transformation in Banking Through Android EDC Machines Generates Trillions in Fee-Based Income

Langkah Presiden Jokowi menurut Arjuna bisa menjadi model penyelesaian alternatif ditengah kebuntuan dunia menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina yang hanya dipenuhi oleh sanksi dan bantuan persenjataan yang justru membuat kondisi semakin kacau.

“Langkah Presiden Jokowi bisa menjadi alternatif baru, memecah kebuntuan ditengah PBB dan dunia hanya bisa memberikan sangsi, kecaman dan bantuan senjata yang berakhir kontraproduktif”, tambah Arjuna.

Arjuna juga berpendapat langkah Presiden Jokowi juga bisa menjadi contoh bagi PBB dan negara-negara lain di dunia, yaitu mengambil posisi politik bebas aktif. Karena hingga saat ini tidak ada negara yang mengambil posisi seperti Presiden Jokowi. Sebagian memilih pasif dan sebagian justru membuat situasi semakin panas.

“PBB harus mencontoh Presiden Jokowi. Bukan perkara berhasil atau tidak misi perdamaian tersebut. Tapi paling tidak menurunkan tensi geopolitik sehingga ekonomi global tidak terus bergejolak akibat konflik yang terus memanas”, tutur Arjuna.

Arjuna menilai untuk mendamaikan kedua negara Presiden Jokowi tidak bisa sendirian. Tentu harus melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan China untuk ikut mewujudkan perdamaian kedua negara. Tapi langkah Presiden Jokowi sudah memperlihatkan Indonesia bisa menjadi motor penggerak.

“Tentu Presiden Jokowi tidak bisa sendirian untuk wujudkan misi perdamaian ini. Harus melibatkan negara seperti AS, Inggris dan China. Tapi langkah Presiden Jokowi bisa menjadi motor penggerak, itu poin pentingnya”, tutup Arjuna. (ATN)

Tags: GMNIPerdamaian Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.