• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pengusaha Indonesia Didorong Ekspansi ke Ethiopia

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengusaha Indonesia Didorong Ekspansi ke Ethiopia

Dubes RI di Addis, Ethiopia, Al Busyra Basnur. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pengusaha Indonesia didorong untuk melakukan ekspansi bisnis ke Etiophia.

Afrika, khususnya Ethiopia, membutuhkan banyak investasi besar dari negara-negara ekonomi maju, termasuk dari Indonesia.

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur mengungkapkan hal itu saat melakukan diskusi terbatas (Focus Group Discussion/FGD) dengan pimpinan perusahaan Indonesia yang ada di Ethiopia dan perusahaan asing yang dipimpin oleh orang Indonesia di Ethiopia di Kedutaan Besar RI Addis Ababa, Ethiopia, Jumat (13/9/2019).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Diskusi terbatas dihadiri oleh General Manager Peace Success Industry Plc sister company PT Sinar Antjol Taryat Suratman, General Manager PT Indofood Ethiopia Rudi Dharmawan, Deputi General Manager PT Indofood Ethiopia Adrianto Yuliar Salam, dan Country and Business Controller, H&M Ethiopia Arwin Ludiansyah.

“Diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya KBRI Addis Ababa untuk menindaklanjuti dan menyukseskan kesepakatan dan komitmen Indonesia Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan di Bali pada April 2018 dan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang diadakan di Bali pada 20-21 Agustus 2019,” paparnya dalam keterangan resmi yang diterima asiatoday.id, Sabtu (14/9/2019).

Sebagaimana dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, Busyra mengungkapkan Afrika menjadi salah satu prioritas diplomasi Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia dinilai harus memanfaatkan pasar Afrika untuk memperluas tujuan ekspor.

Saat ini, terdapat lima perusahaan Indonesia di Ethiopia, nomor dua terbesar di Afrika setelah Nigeria. Perusahaan tersebut adalah PT Indofood, PT Sinar Antjol, PT Bukit Perak, PT Sumber Bintang Rejeki, dan PT Busana Apparels Group. Secara keseluruhan, ada 30 perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Afrika dan 15 di antaranya berada di Nigeria.

Dalam diskusi tersebut disampaikan beberapa kiat penting lain yang perlu diperhatikan perusahaan Indonesia yang hendak melakukan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Ethiopia. Di bidang perdagangan, perusahaan sebaiknya bekerja sama dengan mitra lokal, salah satunya karena mereka pasti memiliki cadangan mata uang asing.

Di bidang investasi, perusahaan diimbau mengalokasikan 30-40 persen produksi untuk diekspor, terutama guna mendapatkan kemudahan memperoleh izin dari pemerintah.

Persoalan utama yang dihadapi oleh Ethiopia dan kebanyakan negara Afrika saat ini, adalah kurangnya cadangan mata uang asing sehingga berdampak kepada alur kegiatan yang sudah dirancang.

Sementara itu, peluang kerja sama investasi yang paling besar dengan Ethiopia adalah di bidang tekstil, garmen, makanan bayi, obat-obatan, dan vaksin. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: EthiopiaIndonesia Afrika Infrastructure DialogKerjasama Indonesia dan Afrika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.