• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Para Ilmuwan Temukan Kematian Lumba-Lumba Akibat Flu Burung

by Redaksi Asiatoday
September 12, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
KONSERVASI LAUT: Pulau Pieh, Habitat Baru Perlindungan Paus dan Lumba-lumba di Indonesia

Spesies Lumba-lumba. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan mendeteksi adanya penyebaran virus flu burung pada mamalia laut.

Pasalnya, seekor lumba-lumba ditemukan mati akibat terjangkit flu burung di Florida. Ini merupakan kali pertama kasus flu burung ditemukan pada spesies tersebut.

Kasus kematian lumba-lumba di Florida ini merupakan kasus kematian hewan cetacea kedua akibat flu burung.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Cetacea merupakan kelompok mamalia laut yang terdiri dari lumba-lumba, porpoise, dan paus.

Sekitar satu pekan sebelumnya, otoritas Swedia juga melaporkan temuan kasus kematian hewan cetacea akibat flu burung. Kasus tersebut mengenai seekor porpoise yang terdampar di dekat perairan.

Berdasarkan hasil tes, kedua mamalia laut tersebut positif terinfeksi oleh strain virus flu burung yang sama. Strain ini dikenal dengan nama Eurasian H5N1.

Menurut data, strain Eurasian H5N1 memang beredar luas di antara burung-burung yang ada di Amerika Utara dan Eropa. Virus ini diketahui bisa menyebar ke berbagai jenis hewan lain yang tak biasa, seperti rubah, bobcat, sigung, dan anjing laut. Akan tetapi, infeksi Eurasian H5N1 tak pernah ditemukan pada hewan cetacea sebelumnya.

Untuk saat ini, para ahli masih belum bisa menentukan seberapa umum kasus flu burung pada hewan cetacea. Akan tetapi, temuan dua kasus flu burung pada dua jenis hewan cetacea berbeda dan di dua benua berbeda mengindikasikan bahwa ada lebih banyak kasus serupa yang belum terdokumentasikan.

“Hampir bisa dipastikan (ada kasus-kasus lainnya),” jelas ahli virologi influenza dari St Jude Children’s Research Hospital, Richard Webby, seperti dilansir Indian Express, Senin (12/9/2022).

Para ahli menekankan bahwa risiko penularan flu burung pada manusia masih relatif rendah. Akan tetapi, potensi penyebaran virus Eurasian H5N1 pada spesies baru tak bisa diremehkan.

Penyebaran virus pada spesies-spesies baru bisa membawa ancaman bagi kelangsungan hidup berbagai satwa liar. Selain itu, penyebaran virus ke berbagai spesies berbeda dapat memberikan peluang bagi Eurasian H5N1 untuk bermutasi dan beradaptasi pada inang mamalia. (ATN)

Tags: Save Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.