• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

KEK Morotai Bangun Pusat Industri Laut, Incar Penangkapan Ikan di Pasifik

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KEK Morotai Bangun Pusat Industri Laut, Incar Penangkapan Ikan di Pasifik

Aktivitas nelayan di Morotai. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Jababeka Morotai, anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk pengembangan pusat industri kelautan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai, Provinsi Maluku Utara.

“Kawasan industri kelautan mencakup industri pengolahan, perdagangan, budidaya, pemasaran, distribusi hasil laut, fasilitas hasil laut serta pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di KEK Morotai,” kata Ketua Umum Asparindo Joko Setiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/9/2022).

Menurut Joko Setiyanto, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Indonesia cukup tinggi. Sayangnya produksi ikan nasional berada pada posisi ke sembilan di dunia.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Dengan pengembangan pusat kelautan di KEK Morotai, dalam 5 tahun ke depan Indonesia diharapkan menjadi negara dengan produksi ikan ke enam atau tujuh di dunia,” kata Joko.

Ketua Dewan Pembina Asparindo Antonius Setiadi mengatakan potensi mencapai posisi kedua produksi ikan di dunia sangat terbuka. Hal ini ditunjang sumber daya perikanan KEK Morotai dan lokasi strategis yang sering disinggahi kapal-kapal besar luar negeri masuk ke Pulau Morotai.

“Kerja sama ini scope-nya tidak hanya membantu penjual dan penangkap ikan, tetapi memberi nilai tambah bagi mereka,” kata Setiadi.

Dia mengatakan saat ini pengembangan maritim, terutama hasil laut, belum dikelola dengan baik.

“Harapannya, dengan kerja sama ini bisa optimalkan hasil perikanan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahaja Purnama mengatakam kolaborasi menjadi kunci penting dalam upaya pengembangan industri perikanan Indonesia. Perusahaan akan mengoptimalkan perikanan di KEK Morotai demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya setuju, bahwa kita kekurangan penangkapan ikan besar. Karenanya, kami baru saja buat konsorsium untuk bisa memaksimalkan ikan di Pasifik,” ungkapnya.

Di hadapan puluhan anggota Asparindo dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo), Basuri menjelaskan Jababeka menjamin kesiapan infrastruktur, terutama suplai listrik guna membangun pusat industri kelautan di KEK Morotai.

Saat ini Jababeka Morotai dalam tahap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan perangkat panel surya CROAS yang rampung pada Oktober 2022.

Dengan pemakaian panel surya CROAS, Jababeka bisa mensuplaiu listrik selama 24 jam dengan kapasitas besar dan harga bersaing.

“Setelah ikan ditangkap perlu cold storage agar ikan tidak mudah busuk dan bisa tetap fresh. Dengan PLTS ini, berapa pun (energi listrik) yang dibutuhkan, kita bisa jalan. Ini benar-benar sebuah breakthrough. Karena kita bisa jalankan (proyek ini) tanpa perlu ada jaringan listrik dari luar,” kata Basuri. (ATN)

Tags: KEK Morotai
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.