ASIATODAY.ID, MAGELANG – Pameran seni rupa bertajuk Borobudur International Art Exhibition 2019 digelar di Galeri Limanjawi Art House Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebanyak 35 seniman dari 17 negara turut ambil bagian pada event itu.
“Seniman yang diundang 19 negara, namun yang hadir hanya 17 negara,” kata pemilik Galeri Limanjawi Art House Umar Chusaeni usai pembukaan pameran di Magelang, Senin (16/9/2019).
Para seniman tersebut datang dari Negara Banglades, India, Malaysia, Nepal, Belanda, Filipina, Jepang, Korea, Polandia, Indonesia, Romania, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vietnam, dan Kanada.
Menurut Umar, Borobudur dipilih untuk menggelar pameran bertaraf internasional dengan tema “Persahabatan” ini karena Candi Borobudur menjadi salah satu ikon dunia seni rupa.
“Yang membuat Candi Borobudur adalah para seniman-seniman top Indonesia pada zamannya,” jelasnya.
Pameran kali ini menampilkan karya-karya yang beraneka macam gaya dan warna, dengan gaya dan style masing-masing negara juga berbeda-beda.
“Saya sangat bersyukur Limanjawi Art House dapat menggelar sebuah pameran internasional yang sebenarnya rangkaian dari Yogyakarta International Art Festival 2019,” paparnya.
Ia menuturkan pameran ini sangat menarik bagi masyarakat, khususnya para pecinta seni rupa karena bisa menyaksikan karya-karya dari para seniman internasional.
Pameran internasional yang dibuka oleh pemilik OHD Museum Oei Hong Djien diawali arak-arakan para seniman yang membawa bendera negara masing-masing dari Candi Pawon menuju Limanjawi Art House.
Oei Hong Djien menyampaikan ucapan selamat kepada Limanjawi Art House yang bisa menyelenggarakan pameran internasional ini.
“Kegiatan seperti ini harus bisa diselenggarakan di Indonesia, apalagi di Borobudur, karena kita punya aset yang luar biasa yaitu Candi Borobudur yang tidak dipunyai bangsa lain. Aset ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-naiknya,” katanya. (AT Network)
,’;\;\’\’
