• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Era Baru Negeri Malaysia, Anwar Ibrahim Resmi Jadi Perdana Menteri ke-10

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Era Baru Negeri Malaysia, Anwar Ibrahim Resmi Jadi Perdana Menteri ke-10

Anwar Ibrahim menandatangani sumpah pelantikan sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Kamis, 24 November 2022. Ist

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Negeri Malaysia kini memasuki era baru.

Datuk Seri Anwar Ibrahim resmi menjabat sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia. Anwar dilantik oleh Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Kamis (24/11/2022).

Anwar mengambil sumpah sebagai Perdana Menteri di Istana Negara pada pukul 5.00 waktu setempat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Saya Anwar Bin Ibrahim, setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, bahwa saya akan jujur menjalankan tugas itu dengan segala daya upaya. Bahwa saya akan bertindak sesuai hukum kepada Malaysia dan akan memelihara, melindungi dan mempertahankan lembaganya,” ujar Anwar Ibrahim dalam sumpahnya, dikutip dari Astro Awani.

Kepastian mengenai penunjukkan Anwar sebagai Perdana Menteri Malaysia diumumkan oleh pihak Istana hari ini. Penunjukkan itu dilakukan oleh Sultan Abdullah Shah setelah melakukan pertemuan dengan delapan penguasa Melayu lainnya.

Penunjukkan Anwar mengakhiri kebuntuan pembentukan pemerintahan setelah pada Pemilu Nasional ke-15 (GE15) koalisi Pakatan Harapan pimpinannya berhasil meraih 83 kursi parlemen.

Sementara rivalnya, Perikatan Nasional mendapatkan 72 kursi dan Barisan Nasional 30 kursi.

Untuk membentuk pemerintahan baru, para kandidat harus meraih suara mayoritas 112 kursi parlemen. Jalan terbuka bagi Anwar, ketika Barisan Nasional bersedia untuk membentuk pemerintahan bukan dengan koalisi bersama Perikatan Nasional.

Politikus berusia 75 tahun itu berkali-kali tidak berhasil mengamankan posisi teratas meskipun berada dalam jarak yang sangat dekat selama bertahun-tahun: Dia adalah wakil perdana menteri pada 1990-an dan perdana menteri resmi pada 2018.

Di sela-sela itu, dia menghabiskan hampir satu dekade di penjara karena kasus yang dia katakan sebagai tuduhan bermotivasi politik yang bertujuan untuk mengakhiri karirnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Anwar IbrahimMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.