• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Gebrakan Energi Hijau dan Rendah Karbon di China Tumbuh Pesat

by Redaksi Asiatoday
January 19, 2023
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gebrakan Energi Hijau dan Rendah Karbon di China Tumbuh Pesat

Deretan turbin angin di tengah lautan awan di Gunung Shengjing di Jingmen, Provinsi Hubei, China tengah. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, BEIJING – China mencatatkan kemajuan signifikan dalam mempromosikan energi hijau dan rendah karbon, dengan proporsi sumber daya energi bersih mengalami peningkatan, menurut sebuah buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara China pada Kamis (19/1/2023).

Untuk mengembangkan energi nonfosil dengan kuat, China membuat kemajuan pesat dalam membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan tenaga fotovoltaik berskala besar di medan yang kurang subur dan berbatu, serta gurun, sebut buku putih berjudul “Pembangunan Hijau China di Era Baru”.

Negara itu terus mengembangkan ladang angin lepas pantai, aktif mempromosikan pembangkit listrik tenaga fotovoltaik atap di area perkotaan dan pedesaan, serta mendorong PLTB terdistribusi di kawasan pedesaan.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

China membangun matriks terstruktur dari sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) besar di cekungan sungai-sungai utama, khususnya yang berada di wilayah barat daya.

Selain itu, China mengembangkan energi surya, biomassa, geotermal, dan laut, serta pembangkit listrik lewat pembakaran sampah (limbah padat) perkotaan yang sesuai dengan kondisi setempat. China juga mengembangkan energi nuklir dengan cara yang aman dan tertib.

Berkomitmen pada pembangunan yang didorong oleh inovasi, China berupaya untuk mengembangkan energi hidrogen.

Berkat upaya-upaya tersebut, proporsi sumber energi bersih dalam total konsumsi energi China meningkat dari 14,5 persen pada 2012 menjadi 25,5 persen pada akhir 2021, dan proporsi batu bara menurun dari 68,5 persen menjadi 56 persen selama periode yang sama, papar buku putih itu.

Per akhir 2021, jumlah kapasitas terpasang energi terbarukan China mencapai lebih dari 1 miliar kilowatt, menyumbang 44,8 persen dari total kapasitas terpasang keseluruhan negara tersebut. Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air, angin, dan fotovoltaik masing-masing melampaui 300 juta kilowatt, dan semuanya menduduki peringkat teratas dunia. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen AsiaGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.