• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pengusaha Australia Diajak Berinvestasi di Batam

by Redaksi Asiatoday
September 21, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengusaha Australia Diajak Berinvestasi di Batam

Batam. Foto : emiliasendy

ASIATODAY.ID, BATAM – Momentum forum Indonesia Australia Business Summit (IABS) 2019 yang berlangsung di Australia, dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Badan Pengelola (BP) Batam.

Acara tersebut mengusung tema IA-CEPA: Capitalizing Partnership Gaining Mutual Benefits.

Konferensi itu digagas oleh Konsulat Jenderal RI Sydney, Melbourne, Perth, Brisbane dan Indonesia Investment Promotion Centre di Sydney, bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan Bilateral Indonesia – Australia, Kedutaan Besar RI di Canberra.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Forum tersebut dibagi menjadi 3 bidang dan pembahasan yang berbeda, yaitu Automative, Vocational Education and Training serta Infrastruktur dalam pengembangan industri pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus.

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur New South Wales, Margaret Beazley yang menekankan pentingnya hubungan kedua negara dalam beberapa sektor, seperti pendidikan, konektivitas, Smart City, pertanian serta perdagangan.

Hadir dalam forum tersebut selain Duta Besar RI untuk Australia, Yohanes Kristiarto S. Legowo; Gubernur New South Wales, Margaret Beazley. Kemudian sebanyak 110 peserta dari berbagai asosiasi usaha, kementerian, diaspora, serta pengusaha seluruh Australia.

Konferensi tersebut diakhiri dengan One on One Meeting bersama pengusaha Australia maupun diaspora yang tertarik dengan sektor usaha agribisnis, pengembangan infrastruktur dan manufaktur di Batam.

Deputi bidang Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak para pengusaha Australia untuk lebih banyak menanamkan investasinya di Batam.

“BP Batam dengan tangan terbuka, mengundang para calon investor untuk melihat Batam secara langsung, baik sebagai destinasi investasi maupun pariwisata,” kata Dwianto, melalui keterangannya, Sabtu (21/9/2019).

Salah satu yang ditawarkan kata Dwiyanto, peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini sedang dibentuk.

“Pemerintah akan memberikan banyak insentif dan kemudahan bagi investor yang menanamkan modalnya di dalam KEK,” jelasnya.

Dibidang infrastruktur, BP Batam juga saat ini sudah menyusun beberapa proyek besar yang akan dibangun di Batam. Beberapa di antaranya adalah konsep pengembangan pelabuhan Batuampar, desalinasi air, dan juga transportasi masal light rail transit (LRT).

“Kami berharap promosi yang dilakukan BP Batam tersebut dapat menarik lebih banyak lagi investor dari Asustralia untuk mau berinvestasi di Batam,” imbuhnya.

Sejauh ini investasi Australia di Batam telah mencapa 111 juta dolar AS yang tersebar di sektor perlengkapan media, konektor pipa dari baja dan besi, katup dan industri pabrikasi kapal dan industri alat berat.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya kemudahan yang kita tawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor,” tandasnya. (AT Network).

,’;\;\’\’
Tags: BatamBP BatamInvestasi Batam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.