• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Diplomat Senior China Desak AS Koreksi Kesalahan dalam Insiden Benda Udara Sipil

by Redaksi Asiatoday
February 19, 2023
in Diplomat Corner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
China Dukung Penuh ASEAN Jadi Kawasan Bebas Nuklir

Diplomat senior China, Wang Yi. Dok

ASIATODAY.ID, MUNICH – Seorang diplomat senior China, Wang Yi pada Sabtu (18/2) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menunjukkan ketulusan, mengoreksi kesalahannya, mengakui, serta memperbaiki kerusakan yang telah diperbuatnya pada hubungan China-AS atas insiden benda udara sipil nirawak China.

Wang Yi, Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan tentang hubungan China-AS pada sesi China Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference/MSC) ke-59 yang sedang berlangsung.

Sembari menyebut insiden itu sebagai lelucon politik yang dibuat oleh AS, Wang mengatakan China telah memberi tahu AS dengan jelas bahwa benda udara (balon) sipil nirawak China, yang terdampak oleh angin baratan (Westerlies) dan memiliki kemampuan kemudi otomatis (self-steering) yang terbatas, menyimpang jauh dari jalur yang telah ditentukan dan memasuki wilayah udara AS, dan China telah mendesak AS untuk bersama-sama menangani masalah ini secara rasional dan profesional.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

“Sayangnya, AS mengabaikan fakta dasar dan tanpa malu mengirim sebuah jet tempur untuk menembak jatuh benda udara yang tidak mengancam tersebut menggunakan sebuah rudal,” ujarnya.

“Tindakan yang tak terbayangkan dan histeris semacam itu, tidak diragukan lagi, merupakan penggunaan kekuatan yang berlebihan, dan jelas-jelas melanggar praktik umum serta hukum internasional terkait.”

China dengan tegas menentang dan memprotes keras AS atas tindakannya, ungkap Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral CPC.

“Banyak balon terbang di atas Bumi setiap hari. Apakah AS ingin menembak jatuh semuanya?” tanya Wang.

“Tindakan semacam itu bukanlah bukti dari kekuatan Amerika, tetapi justru sebaliknya.”

Dia mendesak AS untuk berhenti melakukan hal-hal yang tidak masuk akal karena kebutuhan politik dalam negeri dan mengoreksi kesalahannya.

Diplomat senior China itu mengatakan alasan mendasar mengapa insiden tak terduga tersebut menyebabkan keributan semacam itu dalam hubungan bilateral adalah persepsi keliru AS dan kesalahan penilaian strategis terhadap China.

Wang memaparkan kebijakan China terhadap AS, berlandaskan prinsip yang jelas dan transparan yaitu saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan, mendorong penjajakan jalur yang tepat bagi kedua negara besar dengan sistem sosial, sejarah, dan budaya yang berbeda untuk hidup rukun.

Sebaliknya, AS memandang China sebagai tantangan geopolitik terberat dan pesaing strategis dalam kebijakan China-nya, dan menggunakan segala cara yang memungkinkan untuk memblokir dan menekan China dengan pandangan keliru tentang China, sebut Wang.

Dia mengatakan bahwa China tidak pernah takut dengan persaingan meski seluruh AS berbicara soal bersaing dengan China, namun persaingan harus adil dan sesuai aturan.

Diplomat China tersebut mengecam Undang-Undang CHIP and Ilmu Pengetahuan (CHIPS and Science Act) AS sebagai langkah sepihak dan mementingkan diri sendiri, seraya mengatakan bahwa UU tersebut menggunakan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan-perusahaan China, melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta sangat mengganggu stabilitas rantai industri dan pasokan global.

UU tersebut menunjukkan bahwa AS menentang perdagangan bebas yang didukungnya, tutur Wang, seraya menambahkan bahwa hal itu bukan hanya akan merusak hak dan kepentingan yang sah dari semua negara lain, namun juga membahayakan kredibilitas dan kepentingan AS sendiri.

“Seseorang yang berbudi luhur memperoleh kekayaan dengan cara yang benar dan adil,” ujar Wang mengutip pepatah China kuno, seraya menyebutkan bahwa AS telah membongkar kedoknya dalam upaya menjarah secara terang-terangan.

Wang mendesak AS untuk memandang perkembangan China dengan cara yang adil dan objektif, mengejar kebijakan China yang positif dan pragmatis, serta bekerja sama dengan China untuk membawa hubungan China-AS kembali ke jalur pembangunan yang sehat dan stabil.

Hal ini melayani kepentingan kedua negara dan rakyatnya serta turut memenuhi harapan bersama masyarakat internasional, tambahnya.

Sekitar 150 pejabat senior, termasuk lebih dari 40 kepala negara dan pemerintahan, serta para pemimpin organisasi internasional menghadiri MSC tahun ini untuk membahas berbagai tantangan dan masalah keamanan global yang mendesak. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.