• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pesawat Pengebom Tanpa Awak Buatan LoongUAV Gelar Simulasi Tempur di Timur Tengah

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pesawat Pengebom Tanpa Awak Buatan LoongUAV Gelar Simulasi Tempur di Timur Tengah

Pesawat pembom tanpa awak manusia (unmanned bomber) buatan LoongUAV. Ist

ASIATODAY.ID, ZHUHAI – UAV taktis semakin sering digunakan di medan perang dan tampil sebagai produk standar dalam kategori senjata taktis berkat efisiensi dan stabilitas yang tinggi, serta efisiensi biaya.

Pesawat pembom tanpa awak manusia (unmanned bomber) secara drastis mengurangi jumlah anggota tentara yang tewas. Lebih lagi, unmanned bomber dapat digunakan dengan cepat di garis depan medan perang agar fungsi mortir mirip seperti peluru kendali yang efektif menyerang target musuh.

Kali ini, sebuah negara di Timur Tengah mengundang LOONGUAV dalam latihan tempur secara langsung. Partisipasi ini pun menarik banyak perhatian pejabat teras militer dan negara-negara tetangga.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dikutip dari keterangan tertulis LoongUAV, Rabu (11/2/2023), dijelaskan bahwa Unmanned bomber memiliki sebuah fungsi utama, yakni menjatuhkan bom sebagai serangan yang sangat akurat. Dalam latihan tempur ini, LOONG 3 membawa bom mortir dan terbang menuju target yang telah ditentukan sejauh 10 km.

Lalu, LOONG 3 secara otomatis menjatuhkan bom dengan ketinggian tertentu (300 meter), menghantam target, dan kembali ke pangkalan. Berkat kemampuan penerbangan yang stabil dan kendali akurat dari program perangkat lunak, LOONG 3 mampu menjalani misi untuk menjatuhkan bom dengan sangat akurat dalam radius hingga 70 kilometer, serta membawa dua peluru mortir berukuran 81 mm dan empat peluru mortir berukuran 60 mm ketika menyerang sebuah target.

Setelah misi pengeboman selesai, komandan militer memerintahkan LOONG 3 melakukan pengintaian senyap dari ketinggian udara. Maka, pesawat nirawak ini terbang setinggi 1.500 meter dan menuju area sasaran sejauh 12 kilometer untuk pengintaian.

Dengan memakai tombol pada papan pengendali, LOONG 3 dapat beralih ke moda IR untuk memeriksa tingkat kedalaman gurun pasir, mencari jejak kendaraan sasaran dalam waktu satu menit, lalu menggunakan kamera zoom 360x untuk mengunci dan melacak target, serta memanfaatkan laser untuk mengukur lokasi kendaraan sasaran secara akurat, dan memberikan informasi lokasi target secara langsung kepada pusat komando.

Latihan tempur yang diikuti LOONG 3 banyak dipuji komandan militer dan pejabat teras. Hal ini tidak hanya mencerminkan keunggulan LOONGUAV dalam produksi perangkat keras, namun juga pemahaman luas LOONGUAV tentang kebutuhan di medan perang sebagai pakar UAV taktis yang menyediakan produk taktis untuk keperluan militer.

LoongUAV merancang, mengembangkan, dan memasarkan pesawat nirawak taktis (tactical drone) yang bertaraf profesional. Produk LoongUAV mampu menjalani misi pertempuran yang pintar, akurat, dan beraneka ragam di tengah ancaman medan perang. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: LoongUAVPesawat PengebomTimur Tengah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.