• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Perang Nuklir, PBB Desak AS dan Rusia Lanjutkan Implementasi Perjanjian New START

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Fregat Rusia yang Dipersenjatai Rudal Hipersonik Dikerahkan untuk Operasi Tempur

Kapal perang jenis Fregat terbaru Rusia Admiral Gorshkov dengan rudal jelajah hipersonik Tsirkon memulai misi jarak jauh pada Rabu (4/1/2023). Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (21/2) mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk melanjutkan implementasi penuh Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New Strategic Arms Reduction Treaty/New START).

Menjawab pertanyaan tentang reaksi Guterres terhadap pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa negaranya akan menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian pengurangan senjata nuklir New START, juru bicara (jubir) Guterres Stephane Dujarric mengatakan posisi sekjen PBB adalah bahwa AS dan Rusia harus melanjutkan implementasi penuh perjanjian itu tanpa penundaan.

“New START dan perjanjian-perjanjian bilateral berikutnya tentang pengurangan senjata nuklir strategis antara kedua negara itu telah memberikan keamanan tidak hanya untuk Rusia dan AS, tetapi (juga) untuk seluruh masyarakat internasional,” kata Dujarric.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Dunia tanpa kendali senjata nuklir adalah dunia yang jauh lebih berbahaya dan tidak stabil dengan potensi konsekuensi yang menimbulkan kehancuran besar. Setiap upaya harus diambil untuk menghindari terjadinya hal ini, termasuk dengan segera kembali berdialog, katanya dalam konferensi pers harian.

Menanggapi pertanyaan apakah Guterres memiliki rencana untuk berbicara dengan Putin tentang masalah New START atau konflik di Ukraina, Dujarric mengatakan dia tidak memiliki informasi apa pun untuk dibagikan kepada wartawan saat ini.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan peringatan nuklir ke Barat atas Ukraina, menangguhkan perjanjian kontrol senjata nuklir bilateral, mengumumkan sistem strategis baru dalam tugas tempur dan memperingatkan bahwa Moskow dapat melanjutkan uji coba nuklir.

Putin menyampaikan hal itu dalam pidato kenegaraan di hadapan Majelis Federal Rusia, Selasa (21/2/2023).

Menanggapi ancaman Putin, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang baru saja menjanjikan dukungan untuk Ukraina dalam kunjungan mendadak ke Kyiv, berada di Polandia menegaskan upaya Barat yang berkelanjutan untuk memastikan Kyiv memenangkan perang.

“Satu tahun yang lalu, dunia bersiap untuk jatuhnya Kyiv,” kata Biden di Kastil Kerajaan Warsawa.

“Saya dapat melaporkan: Kyiv berdiri kokoh, Kyiv berdiri bangga, berdiri tegak dan, yang paling penting, berdiri bebas.”

Hampir setahun setelah memerintahkan invasi yang memicu konfrontasi terbesar dengan Barat dalam enam dekade, Putin mengatakan Rusia akan mencapai tujuannya dan menuduh Barat berusaha menghancurkannya.

Adapun, China sangat khawatir bahwa konflik Ukraina dapat lepas kendali, kata Menteri Luar Negeri Qin Gang, dan dia meminta negara-negara tertentu untuk berhenti “membakar api” di Amerika Serikat.

Terpisah, para pemimpin keuangan dari Kelompok Tujuh (G7) akan bertemu pada Kamis (23/2/2023), untuk membahas langkah-langkah melawan Rusia yang akan menekannya untuk mengakhiri perang Ukraina, kata Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki.

Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo mengatakan Washington dan sekutunya akan memberlakukan sanksi baru dan kontrol ekspor dalam hari-hari mendatang untuk meningkatkan tekanan pada Rusia untuk mengakhiri perang dan menindak perusahaan dan individu yang membantu Moskow menghindari sanksi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: New STARTNew Strategic Arms Reduction TreatySenjata Nuklir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.