• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

1,5 Juta Warga Turkiye Kehilangan Tempat Tinggal akibat Gempa

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
1,5 Juta Warga Turkiye Kehilangan Tempat Tinggal akibat Gempa

Orang-orang terlihat di dekat reruntuhan sebuah bangunan yang hancur di Kota Adiyaman yang diguncang gempa di Turkiye pada 20 Februari 2023. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, JENEWA – Seorang pejabat Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) pada Selasa (21/2) memperkirakan bahwa 1,5 juta warga di Turkiye kehilangan tempat tinggal mereka akibat gempa bumi yang terjadi belum lama ini dan sekitar 500.000 unit tempat tinggal di negara itu harus dibangun kembali.

Perwakilan residen Turkiye dari UNDP Louisa Vinton menyampaikan dalam sebuah konferensi pers daring bahwa pemerintah negara itu telah menginspeksi sekitar 70 persen bangunan yang terdampak gempa. Dari inspeksi tersebut, 412.000 unit tempat tinggal di 118.000 bangunan telah runtuh atau harus dibongkar sepenuhnya.

Dia mengatakan bahwa jumlah puing yang harus dibersihkan sangat banyak, dan UNDP berupaya untuk meminimalkan ancaman limbah berbahaya.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Menurut Vinton, dua pekan setelah rangkaian gempa pertama, ada alasan mengapa gempa bumi itu disebut sebagai bencana alam terbesar dalam sejarah Turkiye.

Dia menuturkan bahwa pemerintah telah mengakhiri tahap pencarian dan penyelamatan korban untuk rangkaian gempa pertama pada Minggu (19/2), dan penyintas terakhir dievakuasi dari reruntuhan hampir 300 jam pascagempa.

Catherine Smallwood, pejabat kedaruratan senior untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa bahwa penanggulangan risiko penyakit menular saat ini menjadi sangat penting mengingat sejumlah pengungsi hidup dalam kondisi berdekatan dengan satu sama lain, terkadang dengan akses ke toilet dan air bersih yang tidak memadai.

“Terdapat peningkatan risiko penyakit pernapasan, kolera, hepatitis A, dan campak,” paparnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Provinsi Kahramanmaras di Turkiye selatan diguncang oleh serangkaian gempa bumi yang magnitudonya berkisar antara 6,4 hingga 7,7.

Rentetan gempa itu juga mengguncang beberapa wilayah di Suriah. Secara keseluruhan, diperkirakan 47.000 orang tewas di kedua negara tersebut, menurut sejumlah laporan media. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gempa TurkiTurkiyeUNDP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.