• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Pendanaan Partai Politik di Asia Tenggara Rentan Korupsi

by Redaksi Asiatoday
March 2, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendanaan Partai Politik di Asia Tenggara Rentan Korupsi

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana memimpin Konferensi dan Sidang Umum SEAPAC yang bertajuk "Menangani Akar Korupsi Politik di Asia Tenggara: Peran Parlemen dalam Mengatur dan Mengawasi Political Finance", di Jakarta, Senin (27/2/2022). Foto: DPR

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pendanaan Partai Politik di Asia Tenggara sangat rentan korupsi.

Pasalnya, biaya politik yang tinggi selalu menimbulkan celah untuk praktik korupsi. Lemahnya pengaturan dan pengawasan terhadap pembiayaan politik, dana kampanye, serta donasi dari pihak ketiga dinilai menjadi akar permasalahan korupsi di banyak negara. Karena itu dibutuhkan pengawasan ketat dari segala lini dalam upaya memerangi korupsi.

Persoalan ini menjadi sorotan utama pada Konferensi dan Sidang Umum SEAPAC yang bertajuk “Menangani Akar Korupsi Politik di Asia Tenggara: Peran Parlemen dalam Mengatur dan Mengawasi Political Finance”, di Jakarta, pada Senin (27/2/2022) lalu. Diskusi itu dimoderatori Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana.

RelatedPosts

Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies

Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

Sejumlah pakar yang menjadi pembicara di forum itu diantaranya Prof Adam Graycar (Profesor Kebijakan Publik/Direktur Stretton Institute, University of Adelaide), Dr. Bridget Welsh (Peneliti Kehormatan, University of Nottingham Asia Research Institute Malaysia), Dr Andreas Ufen (Peneliti Senior, German Institute for Globaland Area Studies) serta Lee Chean Chung (Anggota Parlemen Malaysia).

Putu menuturkan dua tema penting pada konferensi SEAPAC yaitu persoalan politik dan pembiayaan di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, semua delegasi negara ASEAN menyampaikan pengalamannya memberantas korupsi. Terungkap juga beberapa negara di Kawasan ASEAN memiliki skor Indeksi Persepsi Korupsi (CPI) yang rendah sehingga menempatkannya dalam deretan Negara Paling Korup.

Adapun negara terkorup nomor satu di Asia Tenggara adalah Myanmar, diikuti Kamboja, Laos, Filipina dan Indonesia. Sementara Singapura menjadi negara paling minim korupsi di Asia Tenggara, dengan skor IPK 83. Skor ini juga menempatkan Singapura di peringkat ke-5 terbaik global pada 2022.

“Memang targetnya stop korupsi. Tapi pertarungan melawan korupsi ini dalam artian harus terus dilakukan, karena terjadi di segala bidang. Dan di politik sangat rentan,” jelas anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat DPR tersebut.

Lebih lanjut, Putu Supadma menyampaikan korupsi merupakan ancaman serius dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam akselerasi ekonomi hijau.

Putu menilai tidak ada rumusan yang baku dalam memberantas korupsi.

“Kalau kita berbicara parlemen lawan korupsi, maka  berbicara bagaimana kita bertindak bersama. Mungkin hasilnya dalam waktu pendek agak sulit, tetapi kita bisa belajar dari negara negara yang sudah berhasil seperti Singapura. Nah, forum-forum seperti ini yang bisa kita lakukan untuk saling berbagi. Karena jika korupsi terus terjadi, maka akan merugikan demokrasi kita,” pungkas Putu Supadma. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Korupsi AsiaSEAPAC
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.