• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

PM Malaysia: China akan Dorong Pertumbuhan Regional

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PM Malaysia: China akan Dorong Pertumbuhan Regional

Kawasan Industri Dongfang Lingang di Provinsi Hainan, China Selatan. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada Rabu (8/3) mengatakan bahwa China yang sedang mempercepat ekonominya, akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan regional.

Anwar mengatakan bahwa meskipun inflasi global menunjukkan tanda-tanda akan mencapai puncaknya, inflasi tersebut diperkirakan akan menurun agak lambat. Selain itu, “probabilitas resesi Amerika Serikat dalam 12 bulan ke depan menjadi perdebatan strategis, dan kita pasti terkena risiko ini,” tutur Anwar dalam pidato utamanya di Invest Malaysia 2023.

“Kabar baiknya adalah ASEAN muncul sebagai tempat pertahanan, dengan pertumbuhan PDB untuk ASEAN-5, kecuali Singapura, diperkirakan tetap solid sebesar 4,7 persen pada 2023. Sebagai mesin ekonomi utama dan bagi kami, mitra ekonomi utama, China sedang dalam proses pembukaan kembali, dengan momen dan jangkauan yang diamati penuh semangat oleh kita semua,” papar Anwar.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Dia juga mengatakan Malaysia tetap berkomitmen terhadap pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan seraya berusaha keluar dari perangkap penghasilan menengah.

Perdana Menteri Malaysia itu menekankan pentingnya memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari kemajuan, terutama kelompok-kelompok terpinggirkan yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Ekspansi dan pertumbuhan ekonomi negara harus dicapai dalam konteks perekonomian manusia yang lebih luas yang memprioritaskan kebutuhan rakyat, terutama masyarakat miskin dan terpinggirkan,” urainya.

“Yang paling miskin harus diangkat dari kutukan ini dan diberi akses ke anak tangga pertama yang sangat penting dalam tangga ekonomi, sehingga mereka kemudian dapat mulai mendaki,” katanya, seraya menambahkan bahwa anggaran nasional yang diumumkan baru-baru ini bertujuan untuk mengatasi meningkatnya biaya hidup guna meringankan beban rakyat.

Anwar juga mengatakan Malaysia sangat berkomitmen pada target lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) serta akan berupaya memastikan prinsip-prinsip tersebut menjangkau hingga ke usaha kecil dan menengah (UKM).

“Kami terbuka untuk tuntutan ESG. Tidak hanya terbuka, kami juga berusaha mempercepat transisi dan transformasi industri dan pemain lokal menuju adopsi ESG, bahkan untuk UKM,” paparnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan terlibat dengan para pemangku kepentingan terkait kerangka kerja ESG nasional untuk sektor manufaktur hingga 2024.

Ajang Invest Malaysia tahun ini diselenggarakan bersama oleh Bursa Malaysia, yang merupakan bursa saham negara itu, dan Maybank, bank terkemuka di Malaysia. Sebagai pertemuan pasar modal tahunan terbesar di Malaysia, forum tersebut mempertemukan para pengelola dana (fund manager) lokal maupun asing.

Sementara itu, Direktur Bursa Malaysia Abdul Wahid Omar mengatakan bahwa meskipun ekonomi global masih tak menentu dan mudah berubah-ubah, situasi ini juga membuka ruang untuk kekuatan baru, seperti peningkatan urgensi untuk mengembangkan dan mengadopsi solusi yang didorong data dan teknologi.

Dia juga mengatakan Malaysia tidak akan mengalihkan perhatiannya dari pembangunan berkelanjutan dan akan melipatgandakan upaya untuk mengimplementasikan tujuan-tujuan ini terlepas dari inflasi dan tantangan ekonomi saat ini.

“Selain itu, tampaknya muncul komitmen dan keberanian yang diperbarui dalam kepemimpinan global serta ruang dewan untuk mendorong perubahan transformatif, seperti tujuan pembangunan berkelanjutan PBB, adopsi prinsip ESG, dan upaya mewujudkan masa depan yang rendah karbon guna mencapai jalur 1,5 derajat Celsius,” paparnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Anwar IbrahimASEAN-ChinaMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.