• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Jerman Terancam Alami Kerugian Besar akibat Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
March 9, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bencana Banjir Bandang di Jerman, 81 Orang Tewas

Banjir bandang merendam ribuan rumah di distrik Ahrweiler, Cologne, Jerman Barat. Foto : vivelasarre

ASIATODAY.ID, BERLIN – Jerman terancam mengalami kerugian hingga 900 miliar euro (1 euro = Rp16.292) pada 2050 akibat dampak berbagai kerusakan terkait perubahan iklim terhadap perekonomiannya, menurut sebuah studi yang dirilis pada Senin (6/3).

Bahkan skenario kasus terbaik yang hanya memperhitungkan kenaikan moderat pada suhu memperkirakan kerugian mencapai sekitar 280 miliar euro selama periode yang sama, menurut studi yang dilakukan bersama oleh Kementerian Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) dan Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Keselamatan Nuklir, dan Perlindungan Konsumen (BMUV) Jerman.

Selain efek yang dapat diukur secara finansial, akan ada “banyak gangguan kesehatan, kematian akibat gelombang panas dan banjir, tekanan pada ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan penurunan kualitas hidup,” menurut dua kementerian tersebut.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Perubahan iklim sudah menimbulkan konsekuensi ekonomi yang parah saat ini,” kata Stefan Wenzel, menteri negara untuk urusan parlementer Jerman.

“Setiap euro yang diinvestasikan dalam upaya perlindungan iklim akan mengurangi biaya ekonomi yang dapat muncul di kemudian hari akibat berbagai kejadian ekstrem.”

Badai, banjir, dan bencana alam lainnya menimbulkan kerugian senilai US$270 miliar (1 dolar = Rp15.301) di seluruh dunia pada 2022, menurut data yang dirilis oleh perusahaan reasuransi Jerman Munich Re baru-baru ini.

Meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan pada 2021, tren dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan kerugian yang stabil, kata perusahaan itu.

“Perubahan iklim memakan semakin banyak korban,” ujar Thomas Blunck, anggota dewan manajemen Munich Re, dalam sebuah pernyataan. Menurut Blunck, kerugian pada 2022 sebagian besar disebabkan oleh berbagai kejadian yang lebih intens atau terjadi lebih sering dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada Senin, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Jerman Leopoldina menyerukan kepada pemerintah agar mempercepat transformasi sistem energi negara itu demi membantu tercapainya target iklim Paris baik di Jerman maupun Eropa.

“Penting juga untuk menyiapkan teknologi yang memungkinkan hal tersebut di seluruh dunia,” kata akademi itu.

Jerman menargetkan untuk mencapai netralitas iklim pada 2045, sebagian dengan meningkatkan porsi sumber energi terbarukan dalam konsumsi listrik kotor dari semula sekitar 44 persen pada 2022 menjadi sedikitnya 80 persen pada 2030.

Transisi energi di perekonomian terbesar Eropa itu “tidak membuat kemajuan yang cukup cepat,” menurut temuan studi yang dirilis pada Februari lalu oleh Asosiasi Industri Energi dan Air Jerman (BDEW) dan perusahaan konsultan Ernst and Young (EY). Khususnya, peluncuran teknologi energi terbarukan masih berjalan “terlalu lambat,” sebut studi itu. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: JermanPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.