• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Rusia Sudah Siap Berdamai dengan Ukraina

by Redaksi Asiatoday
May 30, 2023
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pasukan Rusia Taklukan Kota Bakhmut

Pasukan Rusia Taklukan Kota Bakhmut. Foto Kremlin

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rusia dilaporkan sudah siap berdamai dengan Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrey Kelin mengatakan bahwa Rusia siap melakukan pembicaraan damai dengan Ukraina, tetapi tidak akan menyerah pada kondisinya.

Kelin menekankan bahwa Rusia juga menginginkan terciptanya perdamaian, tetapi dengan dua hal penting sebagai syarat.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

“Kami menginginkan perdamaian, tetapi dengan syarat tertentu, tentu saja. Bagi kami, dua hal penting,” katanya, seperti dilansir dari TASS, pada Senin (29/5/2023).

Dia menjelaskan, dua hal penting yang menjadi syarat tersebut, yaitu pertama tidak ada ancaman dari Ukraina ke Rusia. Kedua, orang Rusia di Ukraina akan diperlakukan seperti yang lainnya di negara-negara lain di dunia.

“Bahwa tidak akan ada ancaman dari Ukraina ke Rusia, ini adalah satu hal. Kedua, bahwa orang Rusia di Ukraina akan diperlakukan seperti yang lainnya negara-negara di dunia. Seperti orang Prancis diperlakukan di Belgia, atau seperti orang Italia dan Jerman diperlakukan di Swiss, tidak berbeda. Itu adalah pelanggaran berat terhadap Deklarasi Hak Asasi Manusia dan semua dokumentasi,” lanjutnya.

Menurutnya Rusia dan Ukraina dapat berdamai besok, tetapi dia khawatir karena Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak bentuk negosiasi apapun.

“Kita dapat berdamai besok, jika pihak Ukraina siap untuk bernegosiasi, tetapi saat ini tidak ada prasyarat untuk itu, saya khawatir, karena presiden Ukraina telah melarang negosiasi apapun,” kata diplomat Rusia itu.

Selain itu, Kelin menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa membekukan konflik di Ukraina menjadi ide yang bagus.

“Itu tidak akan menjadi platform untuk perdamaian yang stabil dan jangka panjang di Eropa,” tambahnya.

Utusan Rusia itu menegaskan kembali bahwa doktrin nuklir dari negaranya tidak akan mempertimbangkan penggunaannya dalam konflik di Ukraina. Namun, Kelin mengatakan bahwa dia khawatir tentang eskalasi konflik yang terus berlanjut, karena dia merujuk pada pasokan senjata ke Kyiv yang saat ini terus dipasok oleh Barat. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Krisis UkrainaRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.