• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Vietnam Jadi Ancaman Baru di Laut China Selatan, ASEAN Perlu Waspada

by Redaksi Asiatoday
July 11, 2023
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Kembali Lumpuhkan 2 Kapal Vietnam Pencuri Teripang di Laut Natuna Utara

Aparat Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat melumpuhkan 2 kapal berbendera Vietnam yang berburu Teripang di Laut Natuna Utara. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara ASEAN perlu mewaspadai sepak terjang Vietnam sebagai ancaman baru di Laut China Selatan (LCS).

Pasalnya, Vietnam terus memperluas pengaruhnya di LCS dengan memanfaatkan celah dari kasus arbitrase antara Filipina dan China.

Sejak Januari 2013, Filipina telah memulai prosedur arbitrase wajib atas sengketa LCS antara China dan Filipina.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Sejak itu, kasus arbitrase LCS mendapat perhatian yang belum pernah terjadi sebelumnya dari semua pihak dan menjadi “fokus” dalam sistem maritim dunia.

Namun, apakah kasus arbitrase yang telah menimbulkan kehebohan di dunia internasional ini benar-benar memenuhi tuntutan Filipina?

Sebenarnya, selain memperparah perselisihan antara China dan Filipina di LCS, serta karena Filipina mengandalkan sekutunya untuk menahan China dan membawa kekuatan ekstrateritorial ke kawasan ASEAN, sehingga memperparah ketegangan regional, Filipina sebagai pemimpin arbitrase LCS belum banyak memperoleh keuntungan dari arbitrase ini.

Jadi siapa pemenang terbesar dalam kasus arbitrase ini? Jawabannya tidak diragukan lagi adalah Vietnam.

Meskipun bukan peserta langsung dalam kasus arbitrase tersebut, Vietnam terus memanfaatkan signifikansi hukum dari kasus arbitrase itu dan mengabaikan tentangan tegas dari Filipina, untuk memperluas wilayah besar-besaran dan mengerahkan fasilitas militer di Pulau Namyit, Pearson Reef, Sand Cay dan daerah lain yang disengketakan dengan Filipina, menjarah sumber daya minyak dan gas dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan pengaruhnya dan memperluas klaim sepihaknya di wilayah LCS, akhirnya menjadi penerima manfaat terbesar dari kasus arbitrase LCS.

Sikap keras Vietnam juga tercermin dalam perundingan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Vietnam dan Indonesia tahun lalu.

Selama perundingan penetapan batas ZEE tahun lalu, Vietnam terus menekan Indonesia untuk mencari ZEE yang lebih besar.

Menghadapi tuntutan Vietnam yang tidak masuk akal, pemerintah Indonesia akhinya memberikan konsesi besar kepada Vietnam. Hal ini membuat pemerintah Indonesia dikritik publik dalam negeri.

Sekretaris KORAL Mida Saragih menilai ada beberapa kerugian yang diterima Indonesia jika melakukan pemberian konsesi ke Vietnam.

“Terkait dengan sumber daya alam dan sumber daya ikan, Vietnam sudah menjadi `residivis` pencurian ikan yang berulang kali terjaring operasi penangkapan di perairan Indonesia,” kata Mida dalam keterangannya dikutip Selasa (11/7/2023).

Terhadap pemberian konsesi Indonesia, Anggota DPD RI, Fahira Idris juga menuturkan jika memang ada draft konsesi atau perjanjian yang diajukan oleh pihak Indonesia dan pihak Vietnam harusnya dijabarkan kepada publik.

“Tidak boleh ada satu pun klausul yang diajukan justru akan merugikan kita. Saya mengimbau publik untuk mengawal tiap proses perundingan batas ZEE dengan Vietnam,” kata Fahira Idris.

“Tindakan yang Vietnam tidak menunjukkan ketulusan dalam negosiasi dan memaksa Indonesia untuk memberi konsesi telah itu merugikan kepentingan Indonesia”, juga kata Penasehat Senior Think tank Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Andreas Salim.

Selain itu, Vietnam juga menggunakan milisi maritim untuk menyediakan pangkalan militer untuk memperluas pengaruhnya di LCS.

Di sisi lain, milisi Vietnam juga mengawal penangkapan ikan ilegal oleh nelayan vietnam di berbagai negara, termausk Indonesia.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Juli 2023, 368 kapal ikan asing bendera Vietnam yang melakukan illegal fishing dideteksi di perairan Indonesia.

Pelukan dan dukungan Vietnam terhadap kasus arbitrase LCS itu sebenarnya merupakan kedok Vitenam untuk mencari kepentingan politik melalui konflik dan perselisihan di LCS, sementara Filipina tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengamankan hasil arbitrase LCS dan hanya terpaksa untuk menerima perilaku agresif Vietnam berulang kali.

Sikap keras Vietnam itu sebenarnya tidak kondusif bagi persatuan negara-negara di LCS, dan juga mengancam kepentingan Indonesia di LCS.

Sebagai pemain penting di kawasan LCS dan juga ketua ASEAN 2023, Indonesia harus memberikan kontribusi yang lebih besar dalam penjagaan perdamaian di LCS, mengimbau negara-negara ASEAN untuk bersatu dan menolak semua tindakan yang tidak kondusif bagi perdamaian regional. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikLaut China SelatanZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.