• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Waspadai Kejahatan Kripto, Inilah 3 Modus Penipuan Kripto yang Sering Digunakan

by Redaksi Asiatoday
July 14, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Waspadai Kejahatan Kripto, Inilah 3 Modus Penipuan Kripto yang Sering Digunakan

Bitcoin, salah satu yang populer di dunia Kripto. Foto Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dalam era digital yang semakin maju, perkembangan teknologi kripto telah membuka pintu bagi inovasi keuangan yang revolusioner. Semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi kripto atau menggunakan kripto untuk bertransaksi. Begitu juga platform yang menerima mata uang kripto untuk alat pembayaran semakin banyak, misalnya pembayaran untuk main di fun88 link alternatif.

Namun, di balik antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, perlu diwaspadai juga ancaman kejahatan kripto yang semakin meluas. Bukan hanya mata uang digital itu sendiri yang berisiko, tetapi juga modus penipuan yang canggih dan beragam yang kerap digunakan oleh para penjahat kripto.

Baru-baru ini Forta Network, sebuah perusahaan keamanan blockchain, telah mengembangkan algoritme mampu mengidentifikasi berbagai jenis perilaku tidak wajar yang terindikasi kegiatan penipuan saat melakukan pemindaian transaksi di blockchain. Forta telah melaporkan tiga modus penipuan kripto yang sering terjadi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Berikut ini adalah beberapa modus yang sering terjadi pada penipuan kripto yang perlu diwaspadai oleh para investor kripto.

Rekayasa sosial

Salah satu modus penipuan kripto oleh para penipu adalah modus rekayasa sosial. Modus ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna atau menerapkan trik untuk membuat pengguna mata uang kripto mengungkapkan kata sandi atau frase pengaman mereka.

Serangan penipuan kripto dengan modus rekayasa sosial ini umumnya membujuk pengguna kripto untuk mengakses sebuah situs, kemudian situs ini mengharuskan pengguna untuk menghubungkan dompet kripto. Saat hal ini dilakukan, maka akan terjadi sebuah transaksi yang jika disetujui pengguna, maka saldo di dompet kripto mereka akan hilang.

Intinya, serangan dengan modus ini akan membutuhkan informasi tentang alamat dompet kripto korban untuk berhasil dilakukan. Oleh karena itu, pengguna kripto sebaiknya hati-hati untuk tidak membagikan informasi mengenai dompet kripto yang dimiliki dengan sembarangan.

AirDrop NFT

Modus lainnya yang sering digunakan adalah penipuan dengan menargetkan NFT atau Non Fungible Token. Teknik yang sering dilakukan adalah dengan memanfaatkan sistem dan infrastruktur NFT, misalnya protokol SeaPort.

Platform SeaPort yang dikembangkan oleh OpenSea ini mengharuskan pengguna untuk menandatangani transaksi yang dibagikan secara lokal saja saat akan menjual NFT. Proses ini dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Kemudian pelaku penipuan memanfaatkan celah ini sehingga pengguna akhirnya menyetujui penjualan kepemilikan NFT dengan harga yang jauh lebih murah.

Ice Phishing

Modus yang ketiga adalah ice phishing, yang banyak terjadi beberapa waktu yang lalu. Kasus ice phishing dikabarkan merupakan kasus kejahatan kripto yang paling sering terjadi berdasarkan data bulan mei 2023.

Menurut laporan Forta, kasus ice phishing menyumbang sebanyak 55,8 persen dari jumlah total serangan penipuan kripto yang tercatat di perusahaan keamanan ini. Modus phishing telah banyak dikenal sebagai salah satu modus penipuan secara online. Biasanya modus phishing berarti pelaku melakukan pencurian data pribadi korban untuk dapat mengakses rekening atau akun finansial korban.

Begitu juga dengan ice phishing pada penipuan kripto ini. Dengan modus ini, pelaku penipuan berusaha untuk mencuri akses ke dompet kripto korban. Salah satu caranya adalah memancing korban untuk mengakses situs web phishing.

Situs ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai situs asli yang menyediakan layanan transaksi kripto. Namun setelah korban memasukkan data dompet kripto mereka pada situs phishing ini, pelaku penipuan akan dapat mengakses dompet kripto dan mencuri aset kripto milik korban. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: CryptocurrencyIndustri DigitalKriptoTransaksi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.