• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
October 3, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Transformasi digital. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah laporan e-Conomy SEA 2019 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain menempatkan Indonesia sebagai negara paling pesat dan terbesar dalam pertumbuhan ekonomi digitalnya di kawasan Asia Tenggara.

Pasalnya, Indonesia menyumbangkan US$40 miliar atau setara Rp567,49 Triliun
dari total nilai ekonomi digital di Asia Tenggara yang diproyeksikan menembus US$100 miliar pada 2019.

Barometer ekonomi digital di Indonesia ini diukur dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 49%.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Nilai ekonomi tersebut adalah akumulasi dari aktivitas di lima sektor ekonomi berbasis internet yaitu dagang-el, media daring, berbagi kendaraan (ride-hailing), wisata atau travel, dan layanan finansial,” tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (3/10/2019).

Penelitian tidak menghitung pergerakan uang di media sosial yang dikenal dengan social commerce karena belum tersedianya data yang ada. Adapun, sektor teknologi kesehatan dan teknologi pendidikan dinilai masih berada pada tahap adopsi paling awal.

Pemicu pertumbuhan pesat perekonomian berbasis internet di Indonesia adalah kompetisi yang ketat antara perusahaan teknologi lokal dan luar negeri.

Pertarungan antara dua pemain utama di sektor berbagi kendaraan yaitu Grab dan Gojek membuat pasar sektor tersebut tumbuh enam kali lipat dalam 4 tahun terakhir, sedangkan pertarungan antara pemain lokal seperti Tokopedia dan Bukalapak dengan perusahaan asal luar negeri seperti Shopee dan Lazada mendongkrak pasar dagang-el melonjak 12 kali lipat dalam 4 tahun terakhir.

Sektor lain yang dinilai berdampak besar pada perkembangan ekonomi digital di Indonesia adalah pembayaran digital.

“Dengan laju pertumbuhaan saat ini, Google, Temasek, dan Bain memperkirakan ekonomi digital Indonesia menembus US$133 miliar pada 2025,” tutup laporan itu. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asean EconomicAsia TenggaraEkonomi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.