• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Proyek Smelter RKEF dan HPAL PT Ceria Masuk Daftar Prioritas Investasi di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2023
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Proyek Smelter RKEF dan HPAL PT Ceria Masuk Daftar Prioritas Investasi di Indonesia

Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, saat meninjau proyek pengembangan pabrik pemurnian (smelter) Rotary Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) & High-Pressure Acid Leach (HPAL) PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (17/10/2023). Ist

ASIATODDAY.ID, KOLAKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, meninjau proyek pengembangan pabrik dan pemurnian (smelter) nikel Rotary Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) & High-Pressure Acid Leach (HPAL) PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (17/10/2023).

Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian PPN/Bappenas PN Laksmi Kusumawati mengungkapkan, kunjungan itu terkait dengan masuknya proyek pengembangan pabrik RKEF & HPAL PT Ceria Nugraha Indotama ke dalam Daftar Proyek Prioritas Investasi Swasta (DPPIS) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023.

“Kementerian PPN/Bappenas melakukan site visit ke lokasi proyek PT Ceria Nugraha Indotama guna mendapatkan informasi lebih dalam mengenai proyek pengembangan pabrik RKEF & HPAL,” kata Laksmi dalam keterangan tertulis.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Deputy President Director PT Ceria Nugraha Indotama Djen Rizal mengapresiasi kunjungan dari tim Kementerian PPN/Bappenas tersebut.

“Kami bersyukur proyek RKEF dan HPAL PT Ceria Nugraha Indotama ini masuk daftar proyek prioritas investasi swasta dalam rencana kerja pemerintah RI, melalui Kementerian PPN/Bappenas. Atas semua kepercayaan dan amanah pemerintah ini, kami mengucapkan puji Syukur kepada Allah SWT , Tuhan yang maha kuasa , semoga amanah ini dapat kami tuntaskan dengan sebaik baiknya,” katanya.

Djen Rizal mengungkapkan, sebagaimana lazimnya dalam pembangunan proyek-proyek besar lainnya, perusahaan sangat membutuhkan stabilitas yang kondusif dalam periode pembangunan.

Selain masuk dalam Daftar Proyek Prioritas Investasi Swasta (DPPIS) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023, sebelumnya proyek smelter PT Ceria Nugraha Indotama juga sudah ditetapkan masuk Proyek Strategi Nasional (PSN) dan Obyek Vital Nasional (Obvitnas).

“Kami berharap, dengan masuknya PT Ceria dalam 3 kategori tersebut, perusahaan bisa mendapatkan manfaat yang signifikan dalam mendukung kelancaran proyek yang ditargetkan selesai awal 2024,” imbuhnya.

Proyek Smelter Ceria

Sebagai perusahaan swasta nasional, saat ini PT Ceria sedang berpacu untuk menyelesaikan proyek smelter yang di lokasi tersebut.

Adapun smelter PT Ceria yang sedang dibangun akan menggunakan 2 teknologi utama, teknologi Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas 4×72 MVA, terdiri dari 4 Iajur produksi untuk mengolah bijih Nikel Saprolite yang ditargetkan rampung 2024 dan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk mengolah bijih Nikel Limonite (Bijih Nikel kadar lebih rendah) untuk menghasil baterai kendaraan listrik yang ditargetkan rampung 2026.

Total kapasitas produksi dari smelter nikel RKEF ini nantinya dapat menghasilkan sekitar 252.000 ton Ferronickel (FeNi) dengan kandungan 22% Nickel atau sejita 55.600 ton Nickel di dalamnya. Sedangkan dari pengolahan HPAL akan memiliki kapasitas produksi sebesar 308.000 ton dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang di dalamnya terkandung 120.000 ton Logam nikel dan lebih dari 12.500 ton cobalt.

Produk FeNi ini nantinya dapat diolah lebih Ianjut untuk memproduksi Stainless Steel dan produk turunannya (consuming needs). Sementara MHP merupakan produk antara untuk diolah Lebih lanjut menjadi nickel sulphate yang merupakan bahan baku utama prekursor baterai (material katoda).

PT Ceria juga saat ini sedang melakukan studi kelayakan untuk mengolah lebih lanjut FeNi menjadi Nickel matte dan Nickel Sulphate, serta mengolah lebih kanjut MHP menjadi Nickel Sulphate. Selanjutnya Nickel Sulphate dari 2 jalur produksi tersebut akan diolah menjadi prekursor yang merupakan bahan baku utama baterai (material katoda dan anoda baterai).

Seluruh aktivitas industri PT Ceria menerapkan prinsip dan kaidah Environment, Social and Governance (ESG). PT Ceria berkomitmen untuk mengupayakan kegiatan produksi yang hijau dengan jejak karbon serendah mungkin. Bahkan PT Ceria juga akan mengimplementasikan program dekarbonisasi dengan berpartisipasi dalam pasar karbon dengan melakukan perdagangan karbon (carbon trading). (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BappenasBerita Tentang NikelDaftar Proyek Prioritas Investasi SwastaHilirisasi NikelProyek Strategis NasionalPT Ceria Nugraha Indotama
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.