ASIATODAY.ID, JAKARTA – KTT Investasi Amerika Serikat (AS)-Indonesia tahunan telah diselengarakan oleh AmCham Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce pada 24 Oktober di Jakarta.
KTT ke-11 ini mengusung tema “Memetakan Warisan, Menavigasi Masa Depan,” yang berfokus pada warisan Presiden Joko Widodo dalam kebijakan ekonomi, mencatat pembelajaran dari keberhasilan dan tantangan yang dihadapi selama masa jabatannya, serta memberikan wawasan mengenai kebijakan ekonomi masa depan menjelang Pemilihan Presiden Indonesia 2024.
KTT ini mendorong pembicaraan antara perusahaan-perusahaan terkemuka AS, para menteri pemerintahan saat ini, para ahli, perwakilan Pemerintah AS, dan “para pemain utama” politik tahun 2024.
Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Y. Kim menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, AS dan Indonesia telah mencapai banyak kemajuan, dan forum ini hadir pada saat yang tepat.
“Tahun 2024 akan menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia dan menjadi kesempatan untuk menyoroti pencapaian kita di masa lalu dan menantikan 75 tahun hubungan AS-Indonesia ke depan,” ujarnya dikutip dari siaran Kedubes AS, Jumat (27/10/2023).
Dubes Kim mengatakan, hubungan kedua negara telah mengalami pertumbuhan yang signifikan di berbagai bidang selama pemerintahan Presiden Jokowi dan selama tiga tahun masa jabatannya sebagai Duta Besar AS.
“Kita telah menyaksikan peningkatan hampir 50 persen dalam perdagangan dua arah, dan Amerika Serikat menjadi investor terbesar kelima di Indonesia. Amerika Serikat kini menjadi pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia. Indikator-indikator ini menandakan kemitraan ekonomi yang semakin mendalam. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia telah melakukan reformasi legislatif yang penting melalui omnibuslaw UU Cipta Kerja dan omnibuslaw UU Kesehatan untuk menyederhanakan proses regulasi dan menarik investasi asing,” jelasnya.
Menurut Kim, Presiden Jokowi berperan dalam keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah G20 tahun 2022 dan tuan rumah KTT ASEAN dan Asia Timur tahun ini.
“Beberapa prakarsa terpenting kami diluncurkan dalam satu tahun terakhir. Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF) dan Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) yang akan menjadi platform kolaborasi yang memiliki kemampuan untuk mentransformasi bidang ekonomi dan lingkungan,” imbuhnya.
IPEF merupakan kerangka kerja ekonomi regional pertama yang menangani prioritas-prioritas penting, seperti ketahanan rantai pasokan, fasilitasi perdagangan, dan transisi energi ramah lingkungan. Dengan memiliki 60 persen populasi dunia, kawasan Indo-Pasifik diproyeksikan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan global selama 30 tahun ke depan.
Mitra IPEF mendambakan lingkungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat yang akan memacu pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan inovasi di seluruh wilayah Indo-Pasifik.
“Demikian pula, JETP merupakan landasan lain dari upaya kolaboratif kami. Inisiatif penting senilai US$20 miliar ini berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai tujuan iklimnya yang ambisius dan melakukan transisi menuju sumber energi yang bersih dan terbarukan. Amerika Serikat dan Kelompok Mitra Internasional (International Partners Group) memandang dukungan keuangan kami melalui JETP sebagai uang muka transisi Indonesia, khususnya ketika Indonesia menetapkan jalurnya melalui Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif (Comprehensive Investment and Policy Plan/CIPP) untuk meningkatkan lingkungan pendukung guna menarik investasi swasta dalam skala besar untuk mendukung transisi,” ungkapnya.
Dubes Kim mengaku bangga dapat menyaksikan pencapaian ini. Namun kata dia, masih banyak potensi yang dapat diwujudkan.
“Kami memuji langkah Indonesia dalam melakukan reformasi peraturan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah ini tidak hanya akan menarik keahlian dan sumber daya dari sektor swasta Amerika Serikat namun juga mendorong pertumbuhan yang transparan, bersih, dan berkelanjutan,” katanya.
Kim menegaskan, Amerika Serikat – pemerintah, perusahaan, dan masyarakat – siap memperluas hubungan ekonomi dengan Indonesia.
“Kami bersyukur telah bermitra dengan Indonesia selama 75 tahun terakhir. Kami menantikan kerja sama yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang memaksimalkan potensi bersama dari masyarakat dan bisnis kedua negara untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar di tahun-tahun mendatang,” tandasnya. (AT Network)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
