• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

UEA Konsisten Sebagai Negara dengan Indeks Kemudahan Berbisnis di Dunia

by Redaksi Asiatoday
October 25, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UEA Konsisten Sebagai Negara dengan Indeks Kemudahan Berbisnis di Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Dunia atau World Bank menyebutkan, negara-negara berkembang menjadi motor perbaikan kebijakan untuk meningkatkan kemudahan berbisnis.

Berdasarkan hasil laporan indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) yang dirilis oleh Bank Dunia pada Jumat (25/10/2019), negara berpendapatan rendah dan menengah melakukan 136 reformasi dalam rentang tahun 2018 hingga 2019.

“Negara-negara berkembang mencakup 72% dari perbaikan kemudahan berbisnis yang dilakukan secara global,” ujar Analis Bank Dunia Margherita Mellone melalui keterangannya, Jumat (25/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurut Mellone, catatan ini menjadi sinyal positif bagi para investor untuk menetukan tempatnya berinvestasi. Banyaknya perbaikan yang dilakukan negara-negara berkembang akan semakin mengurangi kesenjangan ekonomi dunia.

Sebanyak 65% negara di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara melakukan reformasi kemudahan berbisnis. Secara keseluruhan, sebanyak 57 kebijakan dikeluarkan dengan rata-rata 2,9 perubahan per negara.

Uni Emirat Arab (UEA) masih menjadi negara dengan indeks Kemudahan Berbisnis tertinggi di kawasan ini, yakni pada posisi ke-16.

Kawasan Sub-Sahara Afrika menjadi wilayah selanjutnya yang melakukan paling banyak perubahan. Sebanyak 65% negara dari kawasan tersebut melakukan total 73 reformasi dengan rata-rata 1,3 perubahan per negara.

Angka tersebut menunjukkan penurunan bila dibandingkan dengan EODB pada 2019. Tahun lalu, kawasan ini mencatatkan 108 reformasi untuk menciptakan kemudahan berbisnis.

Sementara itu, 50% negara pada kawasan Asia Selatan mengeluarkan 17 kebijakan reformatif yang mempermudah masuknya usaha. Negara di kawasan ini rata-rata mengeluarkan 2,1 perubahan.

Selanjutnya, sebanyak 35 kebijakan dikeluarkan 66% dari negara di Kawasan Amerika Latin dan Karibia dengan rata-rata 1,1 reformasi per tahun. Adapun 48% dari negara di wilayah Asia Timur dan Pasifik menerapkan 33 kebijakan baru dengan rata-rata per negara 1,3 kebijakan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Investasi Uni Emirat ArabUni Emirat ArabWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.