• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Permudah Berusaha, China Reformasi Banyak Kebijakan

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Permudah Berusaha, China Reformasi Banyak Kebijakan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Dunia atau World Bank mencatat, China merupakan negara yang paling banyak melakukan reformasi kebijakan untuk meningkatkan kemudahan berusaha. Hal ini tercatat dalam laporan Ease of Doing Business (EoDB) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, awal Oktober ini.

Berdasarkan laporan tersebut, China melaksanakan perubahan terhadap 8 dari 10 indikator, yaitu memulai usaha (starting a business), penanganan izin konstruksi (dealing with construction permits), elektrifikasi (getting electricity), dan perlindungan terhadap investor minoritas (protecting minority investors).

Selain itu, perbaikan juga dilaksanakan pada indikator membayar pajak (paying taxes), perdagangan lintas batas (trading across borders), penegakan hukum terhadap kontrak (enforcing contracts), serta penyelesaian perkara kebangkrutan (resolving insolvency).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Perbaikan-perbaikan tersebut membuat nilai indeks kemudahan berusaha China melonjak 4 poin jika dibandingkan dengan 2018, dan menempatkan negara itu ke peringkat ke-31 dari 190 negara.

Dalam laporan tersebut yang dikutip Senin (28/10/2019), China melakukan penyederhanaan persyaratan untuk konstruksi berisiko rendah. Hal ini dilakukan dengan efisiensi proses memperoleh sambungan air dan drainase.

Lebih lanjut, proses konstruksi menjadi lebih aman karena persyaratan yang makin ketat bagi orang-orang yang bertanggung jawab melakukan inspeksi teknis. Negeri Panda juga memangkas waktu tunggu untuk semua izin wajib sebanyak 44 hari.

Di sektor elektrifikasi, China juga memperbaiki proses aplikasi penghubungan gedung baru ke jaringan listrik. Hal ini ditambah dengan pembayaran biaya listrik yang lebih transparan.

Tidak hanya itu, China juga turut membantu perusahaan kecil dan menengah dalam mengakses pasar internasional dengan menerapkan deklarasi kargo di muka, meningkatkan infrastruktur pelabuhan, optimalisasi administrasi bea cukai, serta mempublikasikan jadwal biaya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaChina InvestKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.