• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kepunahan Satwa Endemik : Tak ada Lagi Badak Sumatera di Malaysia

by Redaksi Asiatoday
November 25, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepunahan Satwa Endemik : Tak ada Lagi Badak Sumatera di Malaysia

ASIATODAY.ID, SABAH – Kematian Satwa Badak Sumatera di Malaysia menyisakan duka bagi pemerintah setempat.

Pasalnya, Satwa Badak Sumatera di Malaysia telah punah, setelah satu-satunya spesies itu mati akibat kanker pada Sabtu 23 November 2019.

Departemen Margasatwa Malaysia di Sabah mengatakan bahwa Badak Sumatera bernama Iman itu mati akibat komplikasi sistem organ tubuh. Iman mengidap tumor organ dalam sejak badak itu diamankan otoritas Malaysia pada Maret 2014.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Direktur Departemen Margasatwa Malaysia Augustine Tuuga mengatakan bahwa Iman, berusia sekitar 25 tahun, terlihat kesakitan akibat tekanan tumor di bagian kandung kemih. Augustine menyebut kematian Iman terjadi lebih cepat dari perkiraan awal.

Kematian Iman terjadi enam bulan usai satu-satunya badak jantan di Sabah itu mengembuskan napas terakhir. Sementara pada 2017, seekor Badak betina di tempat penangkaran di Sabah juga mati.

Upaya mengembangbiakkan badak di Sabah berujung gagal, namun otoritas setempat telah mengambil sejumlah sampel sel untuk skema reproduksi di masa mendatang.

“Meski tahu cepat atau lambat kematian ini akan terjadi, kami sangat sedih,” kata Menteri Lingkungan Hidup Sabah Christina Liew, dikutip dari CGTN, Senin (25/11/2019).

Liew mengatakan Iman beberapa kali hampir mati, termasuk saat hewan tersebut kehilangan banyak darah. Namun petugas margasatwa berhasil menyelamatkan dan memulihkan kondisinya hingga sehat kembali.

Petugas margasatwa Sabah telah mengambil sel telur Iman untuk skema kerja inseminasi buatan dengan Pemerintah Indonesia.

Badak Sumatera adalah spesies rhinoceros terkecil dan satu-satunya yang memiliki dua cula. Badak Sumatera pernah menjelajah jauh di seantero Asia, bahkan hingga ke India.

Namun jumlahnya merosot drastis akibat terjadinya deforestasi dan juga perburuan liar. Lembaga konservasi WWF mengestimasi saat ini hanya ada sekitar 80 Badak Sumatera, yang sebagian besar hidup di pulau Sumatera. (ATN).

,’;\;\’\’
Tags: Badak SumateraKonservasi SatwaSatwa Endemik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.