• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Hyundai Rp21,8 Triliun Siap Serap 3.500 Tenaga Kerja di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 27, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Hyundai Rp21,8 Triliun Siap Serap 3.500 Tenaga Kerja di Indonesia

ASIATODAY.ID, BUSAN – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan merasa bahagia menyaksikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara pemerintah Indonesia yang diwakili Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dengan CEO Hyundai Motor Company, Won Hee Lee untuk investasi mobil, di pabrik Hyundai Motor Company, Ulsan, Korea Selatan (Korsel), Selasa (26/11/2019) petang.

“Sesuai keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia bukan hanya pasar tetapi juga basis produksi,” kata Luhut usat mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi pabrik mobil Hyundai itu.

Investasi Hyundai Rp21,8 Triliun Siap Serap 3.500 Tenaga Kerja di Indonesia 1
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan para menteri Kabinet Indonesia Maju berfoto bersama Eksekutif Hyundai Motor Company, saat berkunjung ke pabrik perusahaan itu di Ulsan, Korsel. Ist

Menko Maritim dan Investasi itu juga menyampaikan, bahwa rencana investasi sebesar 1,5 miliar dollar AS yang akan digelontorkan Hyundai untuk pabrik di Bekasi, Jawa Barat akan berlanjut.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Kedua belah pihak bersama-sama ingin mengembangkan dan memproduksi kendaraan dengan model baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen Asia dan Australia,” jelas Luhut melalui keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (27/11/2019).

Serap 3.500 Tenaga Kerja

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakini investasi Hyundai Motor ke Indonesia senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp21,8 triliun akan memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian Indonesia.

“Penyerapan 3.500 tenaga kerja dan pengambangan pusat pelatihan, penelitian, dan pengembangan mobil listrik,” kata Bahlil usai mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company, Ulsan, Korea Selatan (Korsel).

Agar manfaat tersebut dapat lebih maksimal, Kepala BKPM akan meminta kepada pihak Hyundai agar dalam berproduksi memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri dan bekerja sama dengan pengusaha lokal.

“Seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, ban karet dari dalam negeri, sehingga nantinya semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dari dalam negeri,” kata Bahlil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam kunjungannya ke pabrik Hyundai Motor Company, Presiden Jokowi didampingi Executive Vice Chairman Hyundai Motor Company menyaksikan penandatanganan MoU antara Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan CEO Hyundai Motor Company Lee Woon-hee.

Dalam MoU itu disebutkan, Hyundai akan melakukan investasi senilai 1,5 miliar dollar AS untuk membangun pabrik mobil di Indonesia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi Hyundai Motor di Indonesia akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu periode 2019-2021 dan selanjutnya 2022-2030.

“Pada tahap pertama, Hyundai akan fokus pada investasi pembuatan pabrik mobil dan akan mengekspor sedikitnya 50 persen dari total fase produksinya. Pada tahap kedua pada pengembangan pabrik mobil listrik, dan 70 persen produksinya akan diekspor,” jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, Hyundai akan memulai produksinya pada 2021 dengan kapasitas 70.000 – 250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik ke depannya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: HyundaiKerjasama Indonesia-Korea SelatanKTT ASEAN-RoK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.