• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Larangan Ekspor Nikel Dikecam, Rugikan Indonesia Untungkan China

by Redaksi Asiatoday
November 28, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Larangan Ekspor Nikel Dikecam, Rugikan Indonesia Untungkan China

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Langkah Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor bijih nikel menuai kecaman.

Pakar ekonomi Ichsanuddin Noorsy memandang, ada Inkonsistensi Pemerintah Indonesia dalam kebijakan nikel.

Pasalnya, kebijakan yang awalnya melarang ekspor bijih mentah nikel sampai 2022 dalam rangka pembangunan smelter dan peningkatan kualitas nikel Indonesia, tetapi kemudian dipercepat hingga 1 Januari 2020.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Ichsanuddin Noorsy mengingatkan bahwa sejauh ini Jepang, Jerman dan China merupakan tiga negara yang bersaing tajam di industri mobil. Di tiga negara itu, mereka bersaing dalam menghimpun nikel sebagai bahan baku baterai mobil.

“Tiongkok China sendiri sudah menerapkan electric vehicle-nya pada 2025 itu 35 persen. Itu berarti Tiongkok harus segera membutuhkan baterai. Kalau dia mau baterai litium dia butuh nikel sesegera mungkin. Artinya kebijakan tersebut membenarkan ekspor nikel ke Tiongkok, itu sedang menolong Tiongkok memenangkan persaingan,” terang dia melalui keterangan tertulisnya, Kamis (28/11/2019).

Ichsanuddin memastikan di tengah-tengah persaingan tidak sehat antarnegara dan antarkorporasi saat ini, hanya negara yang dieksplorasi sumber daya alamnya secara mentah yang selalu merugi.

Ia berpendapat bahwa dalam hal perebutan bijih mentah nikel ini, Indonesia dinilai berpotensi merugi apabila mengekspor ke China.

Menurut dia, dengan kebijakan seperti itu menimbulkan pertanyaan akan adanya kepentingan tertentu untuk mengokohkan keberadaan China di panggung internasional.

Dia juga menilai kebijakan itu juga membuat lesu penambang nikel berkalori rendah dan berkalori tinggi, karena penambang nikel yang berkalori rendah dinilai pasti tidak mau membangun smelter dan mengelola nikel mentah.

Pada akhirnya, kata dia, bijih mentah nikel dengan kisaran kalori sebelas persen dijual murah, padahal masih bisa dikelola sebagai litium yang baik.

“Yang rugi Indonesia karena tidak dapat nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Ichsanuddin, kebijakan larangan ekspor yang dianulir sendiri membuktikan inkonsistensi karena penambang yang sudah membangun smelter dengan modal besar harus merugi sebelum produksi terjadi.

“Kebijakan itu membuat iklim investasi di Indonesia tidak memiliki kepastian. Hal ini juga mengonfirmasi pandangan Bank Dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang inkonsistensi terhadap investor karena anomali kebijakannya,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Larangan Ekspor NikelSmelter FeronikelTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.