• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Mulai Gagas Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Mulai Gagas Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mulai menggagas potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pengembangan PLTN sudah harus mulai dipersiapkan, hanya saja pembangunannya tidak bisa dilakukan saat ini.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Arifin mengatakan pengembangan PLTN masih terkendala oleh biaya yang tinggi, sehingga jika tetap dibangun tanpa merumuskan skema yang cocok, maka akan berakibat pada tingginya harga jual listrik.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Jika menilik data dari Jepang, yang sudah terlebih dahulu menerapkan PLTN, biaya listrik per kilo watt amphere (kWh) mencapai USD30-USD40.

“Prinsipnya kami sepakat dengan PLTN, tapi saat ini sulit kita realisasikan karena investasinya sangat besar,” terang Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Selain itu kata Arifin, sebelum diterapkan tentunya yang paling penting yakni menyosialisasikan terlebih dahulu penggunaan PLTN pada masayarakat sehingga nantinya tidak ada ketakutan untuk menggunakan energi berdaya nuklir.

Tasrif membeberkan, Indonesia memiliki potensi energi nuklir untuk dikembangkan dalam sistem kelistrikan, hanya saja jumlahnya belum signifikan.

Salah satu Independent Power Producer (IPP) yang paling berminat mengembangkan nuklir di Indonesia yakni Thorcon International Pte.Ltd. Perusahaan asal Amerika Serikat ini bahkan sudah menyiapkan dana investasi USD1,2 miliar untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Indonesia berkapasitas 500 Megawatt (MW).

Kepala Balitbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan masalah komersialisasi ini harus dikaji lebih lanjut oleh Thorcon dan melaporkan hasilnya ke pemerintah.

Menurutnya Thorcon memang menjanjikan harga listrik murah dari PLTT yang dikembangkan namun harus ada perhitungan matang terhadap pembentukan harga tersebut.

“Hitungan mereka harganya USD7-USD8 per kwh, tapi ini masih harus dibuktikan kajiannya, dan itu perlu waktu,” tandas Dadan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Energi NuklirKESDMPLTNThorcon International Pte.Ltd
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.