• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, July 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rp210 Triliun Pendapatan BUMN Indonesia, 76 Persen Dihasilkan 15 Perusahaan

by Redaksi Asiatoday
December 2, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rp210 Triliun Pendapatan BUMN Indonesia, 76 Persen Dihasilkan 15 Perusahaan

Menteri BUMN, Erick Thohir. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, Erick Thohir mengungkapkan, pendapatan perusahaan BUMN secara keseluruhan saat ini mencapai Rp 210 triliun. Dari jumlah itu, 76 persennya disumbangkan oleh 15 perusahaan, dari total 142 BUMN yang ada.

“Mengatur dan memanage 142 BUMN memang hal yang unik dan tidak mudah. Dari pendapatan Rp 210 triliun, 76 persennya berasal dari 15 perusahaan saja,” papar Erick dalam di forum rapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut Erick, situasi ini bukan sebuah prestasi. Erick juga tidak ingin agar pendapatan BUMN selalu mengandalkan 15 perusahaan tersebut.

RelatedPosts

FBI Director Meets Prabowo in Jakarta: What’s Behind the Unexpected Meeting?

Indonesia Launches Roadmap to Cut Maternal Deaths

Trump Imposes New Tariffs on 60 Countries, Indonesia and Asia Face Trade Pressure

“Tidak ada yang tahu ke depannya seperti apa. Perbankan saja nasibnya tidak tahu 10 tahun ke depan akan bagaimana, kalau sudah semua sudah serba digital,” jelas Erick.

Untuk membangun kekuatan BUMN, Erick akan melakukan antisipasi dan dicari jalan keluarganya agar posisi keuangan seluruh kementerian BUMN bisa merata dan sehat.

“Strategi jangka menengah hingga jangka panjangnya sudah kita rumuskan. Kami bukan hanya menyelesaikan tugas tapi bagaimana membangun fondasi, agar ke depan siapapun yang menjalankan bisa ikut transparan,” jelas Erick.

Rapat kerja perdana antara Erick Thohir dengan Komisi VI DPR RI membahas agenda penyertaan modal negara pada Badan Usaha Milik Milik negara Tahun Anggaran 2019 dan 2020.

Sebelumnya hubungan komunikasi Menteri BUMN periode sebelumnya dengan Komisi VI DPR sempat terganggu sehingga pada beberapa kali Rapat Kerja DPR dengan Kementerian BUMN diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pencekalan tersebut bermula dari hasil Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II yang dibentuk oleh DPR RI, pada akhir Desember 2015.

Salah satu butir hasil pansus itu merekomendasikan ke Presiden Jokowi agar memberhentikan Menteri BUMN tersebut dari posisi Menteri BUMN dan melarangnya mengikuti segala rapat di DPR. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BUMNErick ThohirKemenBUMN
No Result
View All Result

Terbaru

  • PT Vale Advances Indonesia’s Green Nickel Strategy with HPAL Milestone
  • Hinduja Group Eyes Indonesia Expansion
  • FBI Director Meets Prabowo in Jakarta: What’s Behind the Unexpected Meeting?
  • Indonesia Launches Roadmap to Cut Maternal Deaths
  • Indonesia’s Critical Minerals Leap as AMMAN Completes Copper Smelter
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.