• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Batasi Aktivitas NGO dan Larang Kapal AS Berkunjung ke Hong Kong

by Redaksi Asiatoday
December 9, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Batasi Aktivitas NGO dan Larang Kapal AS Berkunjung ke Hong Kong

Pemerintah China. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China melarang kunjungan kapal perang AS untuk sementara dan memberi sanksi kepada beberapa perusahaan non pemerintah negara itu sebagai balasan atas pengesahan RUU yang mendukung pemrotes pro-demokrasi di Hong Kong.

“Menanggapi perilaku yang tidak masuk akal dari pihak AS, pemerintah China telah memutuskan untuk melarang sementara kunjungan kapal perang AS untuk pergi ke Hong Kong untuk keperluan istirahat dan pemulihan pada hari ini,” kata juru bicara kementerian luar negeri Hua Chunying pada sebuah acara briefing reguler seperti dilansir Aljazeera Senin (9/12/2019).

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahan dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri kami. China akan mengambil langkah lebih lanjut untuk menegakkan stabilitas dan kemakmuran Hong Kong dan kedaulatan China,” tegasnya.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong.

Undang-undang itu mengharuskan presiden untuk setiap tahun meninjau kembali status perdagangan kota yang menguntungkan dan mengancam untuk mencabutnya jika kebebasan wilayah semi-otonom dihapuskan.

Langkah itu dilakukan ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia itu sedang berusaha menyelesaikan kesepakatan “fase satu” dalam perang dagang mereka yang berlarut-larut.

China menolak permintaan dua kapal Angkatan Laut AS untuk berlabuh di Hong Kong pada Agustus lalu, tanpa menyebutkan alasannya.

Kapal angkatan laut AS terakhir yang mengunjungi Hong Kong adalah USS Blue Ridge pada April, sebelum protes massal pecah pada bulan Juni.

Dalam kondisi normal, beberapa kapal angkatan laut AS mengunjungi Hong Kong setiap tahun, tradisi istirahat dan rekreasi yang berawal dari era kolonial sebelum 1997 yang diizinkan oleh Beijing untuk berlanjut setelah penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Pemerintah China.

Hua mengatakan mereka juga akan menerapkan sanksi kepada sejumlah LSM yang berbasis di AS, meskipun dia tidak memberikan rincian tentang bentuk tindakan yang akan diambil.

Sanksi akan berlaku untuk LSM yang bertindak “buruk” atas kerusuhan baru-baru ini di Hong Kong, katanya, termasuk LSM Endowment Nasional untuk Demokrasi, Human Rights Watch, dan Freedom House.

LSM asing dibatasi di China dan sebelumnya telah menerima teguran keras karena melaporkan isu-isu hak asasi di negara itu, termasuk penahanan massal warga Uighur di Xinjiang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Hong Kong RevolutionUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.