• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia dan Indonesia Diangka 5,2 Persen

by Redaksi Asiatoday
December 12, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB Kucurkan Rp1,27 Triliun Danai Proyek Akuntabilitas Publik di Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 5,4 persen di 2019. Proyeksi ini seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan India.

“Pertumbuhan di kawasan Asia pada 2019 dan 2020 berada pada kisaran 5,2 persen atau turun dari perkiraan September 5,4 persen dan 5,5 persen,” kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam keterangannya di Jakarta, yang diterima Kamis (12/12/2019).

Menurut Yasuyuki, ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan AS masih menjadi faktor perlambatan ekonomi di Asia. Investasi domestik di kawasan turut terdampak oleh meredupnya sentimen bisnis.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Ketegangan perdagangan yang terus berlangsung menyulitkan kawasan ini dan masih menjadi risiko terbesar terhadap proyeksi ekonomi dalam jangka yang lebih panjang,” jelasnya.

Yasuyuki menjelaskan, ekonomi Tiongkok juga dipangkas turun dari 6,2 persen menjadi 6,1 persen pada tahun ini. Kemudian pertumbuhan ekonomi di 2020 turun dari 6,0 persen menjadi 5,8 persen.

Penurunan proyeksi ini dilatarbelakangi oleh keberlanjutan perang dagang, perlambatan aktivitas global serta melemahnya permintaan domestik.

“Pada September ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 6,2 persen pada 2019 dan 6,0 persen pada 2020,” urai Yasuyuki.

Sementara itu, kawasan Hong Kong diramal mengalami tekanan berat akibat resesi dan aksi protes besar-besaran. Kondisi ini akan berlanjut hingga 2020 dengan perkiraan ekonomi Hong Kong hanya tumbuh 0,3 persen.

Meski ekonomi Asia mengalami kontraksi, ADB percaya ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik dari banyak negara yang mengalami penurunan ekspor seperti Singapura dan Thailand.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 masing-masing sebesar 5,1 persen dan 5,2 persen,” tandasnya.

,’;\;\’\’
Tags: Asian Development BankPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.