• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rekor Bersejarah, Penerjun Payung Wanita Indonesia Kibarkan Merah Putih di Antartika

by Redaksi Asiatoday
December 14, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rekor Bersejarah, Penerjun Payung Wanita Indonesia Kibarkan Merah Putih di Antartika

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah rekor bersejarah ditorehkan oleh Naila Novaranti, pelatih sekaligus penerjun payung dunia dari Indonesia.

Tepat pada hari Kamis 5 Desember 2019, peraih predikat “Women of The Year 2019” ini sukses menjalankan misinya melakukan terjun payung di benua antartika. Aksi Naila itu merupakan rangkaian dari misinya dalam menaklukan 7 benua di Dunia dengan Terjun Payung.

Rekor Bersejarah, Penerjun Payung Wanita Indonesia Kibarkan Merah Putih di Antartika 1

Benua Antartika atau wilayah Kutub Selatan Bumi yang dikenal selama ini tercatat sebagai salah satu tempat yang paling ekstrem di dunia. Selain tak berpenduduk tetap dan aksesnya yang sulit, Antartika hanya dikunjungi bagi yang berkepentingan seperti para peneliti atau ilmuwan, penjelajah, pendaki gunung dan juga wisatawan petualang.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Meski lokasinya berbahaya, Naila berhasil melakukan aksi terjun payung tepat di atas Kutub Selatan Bumi sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di Benua Antartika dari ketinggian 13.500 kaki (4.114 m). Sebelum aksi ini, pada 16 November 2018 lalu, Naila juga pernah berhasil menaklukan ketinggian Gunung Everst, di Nepal.

“Alhamdulillah dan bersyukur menjadi wanita Indonesia pertama dan tercepat di Dunia dengan terjun payung ke-7 Benua,” ujar Naila Novaranti saat di Jakarta, disitat dalam catatan tertulisnya, Sabtu (13/12/2019).

Menurut Naila, aksinya kali ini banyak menghadapi tantangan, mulai dari cuaca yang sangat dingin, lokasi yang bahayanya tapi tak terlihat serta masalah dropping zone atau tempat mendarat. Ia mengungkapkan antara seluruh daratan Antartika itu tertutup es sehingga sulit mengetahui ketebalan lapisan es yang akan didarati.

“Antartika itu tertutup es, jika salah keputusan menghitung angin dan ketepatan mendarat salah, bisa membuat saya terperosok ke dalam longsoran lapisan tipis es yang sangat tajam berjurang terjal,” terang wanita beranak 3 ini.

Di Antartika, Naila menggunakan parasut yang berbeda dari biasanya yaitu parasut yang ukurannya bisa diperbesar, untuk menghadapi udara yang sangat tipis. Selain itu, penerjunan juga menggunakan pesawat De Haviland DHC-6 Twin Otter bermesin ganda bernama ILYUSHIN 1992. Pesawat dilengkapi skid pendarat untuk pendaratan di wilayah beriklim salju.

“Ini pengalaman yang luar biasa sebagai penerjun payung dan saya merasa bangga,” jelas Naila.

Kutub Selatan atau Antartika yang menjadi lokasi penerjunan bagi Naila Novaranti adalah wilayah yang sangat jarang dikunjungi oleh manusia. Jumlah penduduk tetap tidak tercatat di Kutub Selatan tersebut. Tidak hanya disebabkan oleh suhu yang sangat dingin, namun akses yang sangat sulit membuat orang urung tinggal menetap di Antartika apalagi Iklimnya yang extrim .

Meski begitu, Naila akhirnya bisa menyelesaikan misinya disana hanya dengan beberapa hari saja untuk bisa sampai ke lokasi Antartika. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Benua AntartikaEverestFPTINaila NovarantiOutdoorTerjun Payung
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.