• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

1,9 Miliar Ton Batu Bara Mengendap di Jambi

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
1,9 Miliar Ton Batu Bara Mengendap di Jambi

Tambang Batu Bara di Jambi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Provinsi Jambi ternyata menyimpan kekayaan batu bara yang hingga kini masih mengendap.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Provinsi Jambi memiliki cadangan batu bara sebanyak 1,9 miliar ton.

Adapun, cadangan komoditas tersebut tersebar di berbagai daerah di provinsi yang berada di Pulau Sumatra tersebut.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Harry Endria di Jambi, Minggu mengatakan cadangan batu bara tersebut sudah terdata resmi di Kementerian ESDM.

“Kalau produksi batu bara di Jambi sebesar 19 juta ton per tahun, maka dengan jumlah cadangan sebanyak 1,9 miliar ton maka diperkirakan batu bara di Jambi baru akan bisa habis pada 100 tahun mendatang,” katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/10/2022).

Namun, jumlah cadangan batu bara ini bisa saja terus bertambah apabila ditemukan lagi cadangan baru.

Harry mengatakan, untuk produksi pada 2022, Jambi mendapatkan kuota dari Kementerian ESDM sebanyak 42 juta ton per tahun. Namun realisasinya sampai dengan September 2022, Jambi hanya mampu memproduksi 13 juta ton per tahun.

“Sangat jauh dari kuota yang diberikan oleh Kementerian ESDM,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan tidak ada dampak khusus apabila Jambi tidak mencapai kuota produksi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah apabila para perusahaan penambang batu bara gagal memenuhi produksi sesuai yang ditetapkan dalam kontrak dengan pembelinya. Salah satunya dengan PLN.

Dia mengatakan, dahulu sopir angkutan batu bara dapat mengantarkan komoditas itu dari mulut tambang ke pelabuhan bongkar yang terletak di kawasan Talang Duku dalam waktu hanya sehari. Namun saat ini membutuhkan waktu satu sampai dua hari.

“Jadi otomatis untuk memenuhi target memang sulit bagi mereka, karena hambatan berada di angkutannya,” kata Harry Endria.

Saat ini beberapa daerah penghasil batu bara terbesar di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Sarolangun dan disusul beberapa kabupaten lainnya seperti Bungo, Tebo, Batang Hari, Muaro Jambi dan Tanjung Jabung barat. (ATN)

Tags: Batu BaraJambiTambang Batu Bara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.