• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

25 Persen Populasi Hoya di Dunia ada di Indonesia

Hoya bermanfaat menyerap polutan dalam ruangan

by Redaksi Asiatoday
October 3, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
25 Persen Populasi Hoya di Dunia ada di Indonesia

Tanaman Hoya. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia tidak hanya menyimpan kekayaan mineral, gas dan sumberdaya laut yang melimpah, namun Indonesia juga merupakan pusat keanekaragaman tanaman hias Hoya terbesar di dunia dengan lebih dari 25 persen populasi di dunia.

“Hoya bermanfaat dalam menyerap polutan pada suatu ruangan,” ungkap Profesor Sri Rahayu, Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dikutip Minggu (3/10/2021).

Sri Rahayu baru saja dikukuhkan sebagai profesor riset Konservasi Biodiversitas dan Pemanfaatan berkelanjutan Hoya di Indonesia.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Rahayu, Hoya memiliki nilai penting dalam keanekaragaman hayati di Indonesia meliputi nilai ilmiah, ekologis, ekonomis, dan budaya.

Hoya sudah sejak lama telah dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Selain itu, Hoya memiliki popularitas sebagai tanaman hias dengan nilai jual yang tinggi.

Berdasarkan survei terhadap kelompok pedagang Hoya, harga bibit berkisar dari Rp25.000–Rp500.000/setek, dan dari Rp500.000–Rp3.000.000/pot untuk tanaman dewasa. Harga untuk pasar internasional berkisar $10–100/setek.

Namun, pemanfaatan ekonomi Hoya di Indonesia masih terbatas dan belum menjadi prioritas konservasi nasional. Ketidaktahuan masyarakat terhadap aturan dan mekanisme serta prinsip konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam hayati berkelanjutan menjadi masalah utama.

Terlebih lagi, Hoya merupakan tanaman yang sangat bergantung pada keberadaan pohon yang ditumpangi, sehingga keberadaan populasi di alam semakin terancam dengan semakin berkurangnya habitat.

”Pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai aturan perdagangan tumbuhan hidup, baik untuk pasar di dalam maupun di luar negeri juga sangat minim sehingga terjadi penjualan yang tidak sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan keuntungan ekonomi tertinggi diperoleh pihak luar negeri yang melakukan sistem budidaya dan inovasi produk yang lebih baik,” terang Rahayu.

Rahayu mengungkapkan, pembiakan Hoya yang berkelanjutan dapat menjadi prioritas awal. Oleh karena itu, perlu upaya konservasi dan pemanfaatan Hoya dengan konsep “save, study, use” yang meliputi penyelamatan, penelitian, dan pemanfaatan berkelanjutan.

Konsep ini cocok diterapkan pada kebun raya di Indonesia yang memiliki lima fungsi melekat, yakni konservasi ex situ, penelitian, pendidikan lingkungan, ekosiwata, serta layanan eksosistem.

“Dibutuhkan kearifan lokal yang dipadukan dengan kemajuan teknologi informasi, serta kecerdasan buatan untuk membantu kepentingan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan hoya di Indonesia,” imbuhnya. (ATN)

Tags: BiodiversityKeanekaragaman HayatiKonservasi HoyaPolusiPolusi UdaraTanaman Hias
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.